Suara.com - Performa Barcelona di Liga Spanyol 2021/2022 mengalami perubahan signifikan sejak ditangani oleh Xavi Hernandez pada November 2021.
Sebab, sejak diasuh oleh Xavi Hernandez, Barcelona kini melonjak ke peringkat kedua klasemen sementara Liga Spanyol 2021/2022. Blaugrana sukses mengoleksi 57 poin dari 29 pertandingan.
Dengan kata lain, selama lima bulan melatih, Xavi Hernandez sukses mengatrol peringkat Barcelona sebanyak tujuh tingkat.
Pasalnya, sebelum ditunjuk menjadi pelatih Barcelona pada November 2021, saat itu Blaugrana masih berada di peringkat kesembilan klasemen sementara.
Sejauh ini, Xavi Hernandez sudah membawa Barcelona melewati tujuh pertandingannya di ajang La Liga 2021/2022.
Dari seluruh laga itu, Barcelona sukses meraih 12 kemenangan. Sementara itu, empat laga berakhir imbang dan satu lainnya berujung kekalahan.
Dari 17 laga, Barcelona di bawah arahan pelatih berusia 42 tahun itu mengumpulkan 40 poin alias 2,35 poin per pertandingan.
Catatan itu memang sangat kontras apabila dibandingkan dengan performa Barcelona di awal musim ini saat masih diasuh oleh Ronald Koeman.
Pasalnya, dari 13 pertandingan pertama di Liga Spanyol, Barcelona hanya mampu mengamankan empat kemenangan, sedangkan enam laga berakhir imbang dan tiga lainnya berujung kekalahan.
Baca Juga: Alaves Pecat Pelatih Jose Luis Mendilibar Setelah Hanya Memimpin 12 Laga
Akibatnya, Gerard Pique dan kolega tersungkur di peringkat kesembilan klasemen sementara Liga Spanyol pada medio November 2021.
Performa buruk Barcelona di awal musim itu membuat Ronald Koeman terdepak dari jabatannya. Xavi Hernandez lantas ditunjuk sebagai pengganti.
Tangan dingin Xavi pun terbukti. Juru taktik berusia 42 tahun itu sukses mengangkat performa Barcelona meski melewati proses yang cukup lambat di awal.
Pasalnya, pada enam laga awal sebelum berakhirnya tahun 2021, Barcelona hanya mampu meraup 11 poin dari 18 poin yang tersedia.
Namun, melihat performa Xavi secara keseluruhan, Barcelona sudah berada di jalur yang seharusnya untuk menjadi pesaing gelar juara musim ini.
Kontributor: Muh Adif Setiawan
Berita Terkait
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang
-
Karim Adeyemi Tinggalkan Dortmund, Resmi Bergabung dengan Barcelona
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan