Suara.com - Berikut ini perkiraan susunan pemain tim nasional Indonesia di cabang olahraga sepak bola pada ajang SEA Games 2021 Vietnam.
Dalam waktu dekat, Shin Tae-yong akan kembali memimpin Timnas Indonesia untuk berlaga seiring bakal hadirnya SEA Games 2021 di Vietnam.
Semula, pesta olahraga dua tahunan ini digelar pada 2021 lalu. Namun, pandemi Covid-19 membuat penyelenggaraan pun baru dilakukan di tahun ini.
Menyambut SEA Games 2021 di Vietnam nanti, Shin Tae-yong bertekad bisa menghapus kutukan Timnas Indonesia yang tak pernah mendapatkan medali emas.
Terakhir kali Timnas Indonesia meraih medali emas di ajang SEA Games sendiri terjadi pada tahun 1991, saat skuat Garuda dilatih oleh pelatih asal Rusia, Anatoli Polosin.
Karenanya, Shin Tae-yong pun berhasrat bisa mematahkan kutukan itu dan membawa Timnas Indonesia meraih medali emas di SEA Games kembali.
Demi mewujudkan hal itu, Shin Tae-yong memanggil seluruh pemain terbaik di posisinya guna menyambut SEA Games 2021 yang akan bergulir pada Mei mendatang.
Adanya aturan yang mengizinkan untuk mendaftarkan tiga pemain senior atau berusia di atas 23 tahun di SEA Games 2021 pun tak akan disia-siakan oleh Shin Tae-yong.
Hal ini diketahui dari 29 nama yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan guna menyambut SEA Games 2021 nanti.
Baca Juga: Marselino Ferdinan Bangga Bisa Bobol Gawang Tim Sekelas Pohang Steelers
Dari sederet nama yang dipanggil itu, kira-kira bagaimana nantinya susunan pemain Timnas Indonesia untuk SEA Games 2021 nanti?
Andalkan Pemain Senior di Lini Tengah
Melihat dari 29 nama yang dipanggil, ada empat pemain yang usianya telah di atas 23 tahun, yakni Ricky Kambuaya, Marc Klok, Irfan Jaya dan Fachruddin Aryanto.
Dari empat nama itu, hanya Marc Klok saja yang belum pernah mengenakan seragam merah putih khas Timnas Indonesia.
Keempat pemain ini akan saling bersaing memperebutkan dua tempat di Starting Line Up Timnas Indonesia di SEA Games 2021 nanti.
Diketahui, hanya akan ada dua pemain senior saja yang boleh dimainkan di SEA Games 2021, sama seperti edisi sebelumnya.
Berita Terkait
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana