Suara.com - Parc des Princes, Paris, Prancis, 27 Mei 1981. Pertandingan final Piala Champions 1980-81 antara Liverpool kontra Real Madrid memasuki menit ke-82 ketika bola lemparan ke dalam Ray Kennedy diterima oleh Alan Kennedy.
Pantulan bola yang mengenai dada bek sayap kiri Liverpool itu berusaha disapu oleh oleh Rafael Garcia Cortes, tapi kaki kirinya menendang angin sementara Kennedy terus merangsek ke dalam kotak penalti Real Madrid.
Sentuhan Kennedy berikutnya adalah tendangan penyelesaian yang tak mampu diantisipasi sempurna oleh kiper Agustin dan bola melesak ke dalam gawang Real Madrid. Liverpool memecahkan kebuntuan setelah jual beli serangan kedua tim tak kunjung membuahkan hasil.
Kennedy sebelumnya sudah menciptakan peluang pertama di pertandingan itu pada menit ke-11 dengan sebuah tembakan jarak jauh yang masih bisa dijinakkan oleh Agustin.
Real Madrid balas mengancam mengandalkan umpan-umpan berbahaya dari Juanito, termasuk yang bisa dikejar oleh Jose Antonio Camacho yang kemudian memperdaya Alan Hansen tapi tembakan penyelesaiannya melenceng dari sasaran.
Liverpool kembali melancarkan serangan di pengujung babak pertama melalui kombinasi Phil Neal dan Kenny Dalglish yang kemudian menyodorkan bola untuk diselesaikan Graeme Souness, tetapi sekali lagi Agustin sigap mengamankan gawang Real Madrid.
Babak kedua dibuka dengan antisipasi buruk lini belakang Liverpool yang merasa Laurie Cunningham berada di posisi offside, memberi kesempatan Camacho merangsek berhadapan satu lawan satu dengan kiper Ray Clemence. Camacho berusaha mengecoh Clemence dengan tendangan cungkil, tapi bola masih terlalu tinggi di atas gawang.
Setelah Kennedy yang memecahkan kebuntuan, manajer Bob Paisley menempuh langkah pragmatis dengan menarik keluar Dalglish digantikan gelandang Jimmy Case demi mengamankan keunggulan.
Skor 1-0 bertahan hingga bubaran. Liverpool meraih trofi paling bergengsi Eropa ketiga mereka, sembari menjaga status juara bertahan di tangan klub Inggris untuk lima musim beruntun dan Real Madrid melanjutkan paceklik setelah kali terakhir juara pada 1966.
Baca Juga: Sukses Pertahankan Kylian Mbappe, PSG Kini Bidik Frenkie de Jong dari Barcelona
Hasil itu juga membuat Liverpool jadi tim keempat yang pernah menjuarai Piala Champions sekurang-kurangnya tiga kali, setelah Real Madrid, Ajax, dan Bayern Munich.
Sedangkan Paisley menorehkan rekor sebagai pelatih pertama yang tiga kali menjuarai Piala Champions, catatan yang di kemudian hari disamai oleh dua pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane, ketika kompetisi sudah berganti nama menjadi Liga Champions.
Sabtu 28 Mei 2022 nanti, tepat 41 tahun dan satu hari setelah gol menentukan Alan Kennedy tersebut, sekira 15 km dari Parc des Princes tepatnya di Stade de France, Liverpool akan kembali bertemu Real Madrid dalam final Liga Champions 2021-22.
Nyaris absen
Gol semata wayang Alan Kennedy berakhir menjadi penentu trofi Eropa ketiga Liverpool sekaligus membantu mencatatkan nama Paisley dalam sejarah emas kompetisi klub Benua Biru.
Namun, sang pahlawan rupanya nyaris absen dari pertandingan semifinal Piala Champions 1980-81 lantaran cedera yang dideritanya di leg pertama semifinal melawan Bayern Muenchen yang berkedudukan akhir 0-0 di Anfield pada 8 April 1981.
"Pergelangan tangan saya patah dalam leg pertama semifinal dan dokter klub bilang itu cedera yang butuh masa pemulihan 10 pekan," kata Kennedy dalam wawancara dengan BBC pada 2018.
"Saya ingin bermain tapi kami tidak menemukan cara mengatasi kondisi cedera ini, entah diplester atau perban. Pada akhirnya sebuah gips logam diikatkan ke pergelangan tangan saya. Itu agak rumit, berat dan jelas akan dinilai tindakan berbahaya di dunia sepak bola sekarang," ujarnya menambahkan.
Konsultasi panjang bagaimana mengatasi cedera dan kondisinya memaksa Kennedy tinggal di Merseyside dan hanya bisa menyimak pertandingan leg kedua semifinal di Jerman lewat siaran radio.
Liverpool juga mengalami kesulitan lain di Muenchen, di mana Dalglish harus menepi di menit-menit awal karena cedera digantikan pemain minim pengalaman Howard Gayle.
Sebuah gol dari Ray Kennedy membawa Liverpool memimpin tujuh menit jelang bubaran waktu normal, yang segera dijawab oleh Bayern melalui Karl-Heinz Rummenige, tetapi skor 1-1 bertahan dan The Reds berhak lolos ke final berkat aturan gol tandang.
Sebulan berlalu Kennedy turut dalam rombongan Liverpool yang terbang ke Paris untuk partai final, tapi ia masih diliputi keraguan akan peluangnya bermain.
Kennedy, yang didatangkan Liverpool seharga 300 ribu poundsterling pada musim panas 1978, mengaku tidak cukup tidur pada malam jelang final selain karena sambutan suporter tetapi juga kondisinya sendiri apakah ia bisa tampil untuk melakoni final Piala Champions perdananya.
"Beberapa pemain sudah ambil bagian dalam dua final sebelumnya, tetapi itu adalah kali pertama bagi saya. Saya tidak cukup tidur malam harinya. Pikiran saya tersita akan pertandingan itu dan sakit yang masih terasa di pergelangan tangan," tuturnya.
Di hari pertandingan, para pemain Liverpool dibangunkan pukul 16.00 sore setelah tidur siang oleh asisten pelatih Ronnie Moran dan Kennedy baru mengetahui namanya dalam starting eleven begitu tiba di Parc des Princes.
"Itu sedikit mengejutkan untuk dilibatkan dan saya merasa tidak cukup siap secara mental. Tetapi ketika mana manajer memanggil namamu, Anda harus segera menyesuaikan diri dan bersiap-siap untuk tampil," kata Kennedy.
Situasi Kennedy 1981 tentu mau tak mau akan mengingatkan publik akan kondisi Liverpool saat ini, di mana mereka masih diliputi tanda tanya mengenai kondisi dua gelandang yakni Fabinho dan Thiago Alcantara untuk final melawan Real Madrid nanti.
Fabinho sudah absen sejak ditarik keluar karena cedera di pertengahan babak pertama pertandingan Liga Inggris melawan Aston Villa pada 10 Mei lalu.
Sedangkan Thiago menepikan diri di menit-menit tambahan babak pertama partai pemungkas Liga Inggris di Anfield, Minggu (22/5/2022).
Parade juara
Apabila ada sedikit saja kemungkinan bagi Fabinho dan Thiago bermain di final nanti, Jurgen Klopp harus berani melakukan perjudian seberani Paisley menurunkan Alan Kennedy di Paris 1981 silam.
Perjudian Paisley terbukti berbuah manis sebab Kennedy menjadi pencetak gol semata wayang penentu kemenangan Liverpool, gol yang diakuinya terjadi tanpa perencanaan rinci.
"Saya tidak berpikir untuk mencetak gol, saya hanya ingin berlari menciptakan ruang bagi Souness, (Terry) McDermott, atau Dalglish. Tapi Dalglish pergi mendekati garis kotak penalti di sisi lain sehingga saya berlari ke ruang yang terbuka itu," katanya.
Kennedy masih mengingat jelas salah satu bek Real Madrid berusaha menyapu bola dan meleset, memberinya kesempatan untuk terus melanjutkan tusukan.
Menurut Kennedy momentum penentu lainnya adalah keputusan kiper Real Madrid, Agustin, beranjak meninggalkan gawang untuk menutup pergerakannya.
"Jika kiper bertahan di tempatnya, mungkin dia akan berakhir menyelamatkan tembakan saya, tapi dia melakukan sedikit pergerakan ke sisi kirinya untuk menutup celah tiang jauh sebaik tiang dekat. Itu memberi sinyal saya bisa mengarahkan bola ke area yang bisa menjadi gol," pungkasnya.
Ketika bola melesak ke dalam gawang Real Madrid, sontak Kennedy berlari ke tepi lapangan untuk melakukan selebrasi bersama suporter Liverpool yang memadati tribun belakang gawang sebelum ditelan hujan pelukan dari rekan-rekannya.
Suasana perayaan berlanjut di tempat hiburan malam Paris, di mana menurut pengakuan Kennedy sebagian pemain Liverpool bahkan menyambangi kelab tari telanjang membawa serta trofi Piala Champions.
Parade juga dilakukan ketika Kennedy dkk mendarat lagi di Liverpool, mereka berkeliling kota di atas bus terbuka di mana rekan-rekannya membentangkan spanduk bertuliskan "Thanks Barney", merujuk pada kemiripan Kennedy dengan tokoh Barney Rubble dalam serial kartun Flintstones.
Parade serupa juga sudah dipastikan akan kembali dilangsungkan oleh Liverpool pada 29 Mei 2022 nanti di mana pasukan besutan Juergen Klopp sudah pasti akan memamerkan dua trofi raihan musim ini yakni Piala Liga Inggris dan Piala FA.
Partai di Stade de France sehari sebelumnya akan menentukan apakah Klopp bakal mendapatkan satu trofi tambahan untuk dipamerkan dirayakan bersama para pemuja The Reds di kota Liverpool nanti.
[Antara]
Berita Terkait
-
Bursa Transfer: Bayern Batal Rekrut Nico Schlotterbeck, Liverpool Semringah
-
Petaka Liverpool! Hugo Ekitike Absen Lawan Arsenal, Ini Penyebabnya
-
Sidang Lanjutan Gugatan Hukum Soal NCD
-
Arsenal vs Liverpool: Arne Slot Dibayangi Ancaman Pemecatan
-
Bikin Gaduh Usai Sebut Pemilik Podcast Juara Selingkuh, Hotman Paris: Cuma Iseng Aja
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Prediksi PSM Makassar vs Bali United di BRI Super League 9 Januari 2026
-
Prediksi Persita Tangerang vs Borneo FC di BRI Super League 9 Januari 2026
-
Bejat, Eks Wasit Premier League David Coote Masuk Bui atas Kasus Pornografi Anak
-
Elkan Baggott Berpotensi Tinggalkan Ipswich Town Demi Menit Bermain Reguler Pada Bursa Transfer
-
Tetangga Arsenal dan Chelsea Kacau Balau: Pemain Ribut dengan Fans, Pelatih Buat Ulah
-
Bojan Hodak: Federico Barba Punya Kendala Adaptasi di Persib Bandung
-
Profil Antoine Semenyo: Dulu Ditolak Arsenal Kini Jadi Rekrutan Termahal Manchester City
-
Gengsi Tak Bisa Ditawar, Lucho Pasang Target Tiga Poin dari Persija Jakarta
-
Mario Balotelli Belum Pensiun, Resmi Dikontrak Klub UEA Sampai 2028
-
Bursa Transfer: Bayern Batal Rekrut Nico Schlotterbeck, Liverpool Semringah