Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong berharap Kongres Biasa PSSI yang digelar pada Senin (30/5/2022) di Bandung dapat menghasilkan keputusan yang memperkuat regulasi Liga 1.
"Saya berharap regulasi Liga 1 diperkuat agar kualitasnya semakin baik," ujar Shin seperti dimuat Antara.
Juru taktik asal Korea Selatan itu sendiri tidak merinci regulasi apa yang dimaksudnya. Akan tetapi, menurut Shin, regulasi yang kokoh dapat menjadi pondasi terbentuknya tim nasional tangguh.
Kongres Biasa PSSI 2022, yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB, akan diikuti oleh 87 delegasi yang memiliki hak suara (voters). Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali juga direncanakan hadir, begitu pula perwakilan FIFA, AFC dan AFF.
Seperti pada Kongres Biasa 2021, Kongres Biasa 2022 diprediksi akan membahas tuntas soal kompetisi, baik Liga 1, Liga 2, Liga 3 dan lainnya.
Artinya, Kongres Biasa 2022 berpotensi akan melahirkan putusan baru soal pelaksanaan Liga 1 Indonesia 2022-2023 dan Liga 2 Indonesia 2022. Pada musim sebelumnya, dua liga tersebut bergulir dengan sistem gelembung (bubble) dan tanpa penonton di stadion mengingat masih tingginya kasus COVID-19.
Kongres tahun 2022 kemungkinan juga akan membahas perubahan format Liga 1 Indonesia 2022-2023 yang pada musim 2021-2022 bersistem seri, kembali ke sistem konvensional kandang-tandang seperti pada masa normal.
Kongres Biasa PSSI 2022 pun sepertinya akan mendiskusikan tentang program dan agenda tim nasional Indonesia, baik kelompok umur maupun senior, putra dan putri.
[Antara]
Baca Juga: Nil Maizar Pastikan Dewa United Siap Jalani Turnamen Pramusim
Berita Terkait
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026
-
Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey