Suara.com - Lagu berjudul “Sampai Kau Bisa” yang diciptakan oleh Neckemik telah menjadi anthem atau lagu kebanggaan suporter PSS Sleman. Berikut ini Lirik lagu Sampai Kau Bisa, anthem PSS Sleman
Setiap pertandingan berakhir, menyanyikan athem “Sampai Kau Bisa” selalu menjadi ritual yang sakral bagi semua anggota tim dan ribuan suporter PSS Sleman, baik itu saat bermain tandang atau menggelar laga di Stadion Maguwoharjo.
“Sampai Kau Bisa” pertama kali digaungkan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 10 Mei 2015.
Saat itu, tepatnya PSS Sleman menggelar laga terakhir pramusim melawan klub tetangganya, Persikama Kabupaten Magelang.
Kemunculan lagu ini tak hanya terasa spesial, tetapi juga menyajikan kegetirannya sendiri.
Sebab, saat itu adalah momen pembubaran tim lantaran konflik berkepanjangan antara PSSI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Rangkaian kesedihan Sleman Fans tak hanya meluap pada momen itu saja.
Sebab, mereka juga tengah diliputi kecemasan lantaran status tim Elang Jawa yang terkatung-katung pasca-tragedi sepak bola gajah yang terjadi pada musim 2014.
Ketika itu, PSS Sleman dan PSIS Semarang terlibat dalam pertandingan yang kelak mencoreng nama mereka. Sebab, laga yang berakhir dengan lima gol tersebut semuanya terlahir karena bunuh diri.
Baca Juga: Seto Komentar Soal Kualitas Hokky Caraka, Netizen Beri Semangat
Bagi Neckemic, “Sampai Kau Bisa” lahir sebagai bentuk luapan rasa cemas yang tak kunjung reda perihal nasib dan masa depan PSS Sleman yang diselimuti kabut pekat.
Anthem kebanggaan ini berupaya menitipkan sebuah harapan kepada siapa saja yang menyanyikannya, terlebih untuk suporter setia Super Elja.
Dengan menyanyikan lagu ini, mereka ingin menyampaikan keyakinannya, bahwa PSS Sleman akan bisa meraih kejayaan suatu hari nanti.
Berikut lirik lagu “Sampai Kau Bisa”, anthem kebanggaan suporter PSS Sleman.
Pernahkah kau merasa
Melihat secercah cahaya
Mimpi di depan mata
Super Elja pasti kan juara
Bertahun menjalani
Lelah ini tak terasa lagi
Pagi berganti pagi
Masih ada keinginan hati
Berita Terkait
-
PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih untuk Super League 2026/2027
-
Berstatus Juara, Garudayaksa FC Siap Bersaing di Super League 2026-2027
-
PSSI Ingatkan Sepak Bola Indonesia Masih Diawasi FIFA Usai Ricuh Suporter
-
Persaingan Makin Panas, Ini Nominasi Penghargaan Individu Pegadaian Championship 2025/2026
-
Jadwal Hidup Mati Championship, Garudayaksa FC vs PSS Sleman di Final, Persipura Tantang Adhyaksa FC
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Amerika Ancam Bombardir Fasilitas Nuklir Bawah Tanah Iran, Trump: Mustahil Dihentikan
-
Bantai Bali United, Herdman Klaim Timnas Indonesia Mulai Temukan Identitas Permainan
-
Mulai 1 Agustus, Makassar Tak Lagi Terima Sampah Campuran di TPA Tamangapa
-
Pemain Persib dan Persija Cetak Gol, Timnas Indonesia Bantai Bali United Jelang Piala AFF 2026
-
Drama Flower of Evil: Saat Seorang Detektif Harus Selidiki Suaminya Sendiri
-
Sampah Organik di Kota Depok Masih Menumpuk, Bisakah Maggot Menjadi Solusi?
-
Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Mudah Datangkan Pemain, Mariano Peralta Jadi Buktinya
-
Motor Listrik Nasional: Kemandirian Teknologi atau Sekadar Euforia Tukang Rakit?
-
Polda Metro Jaya Masih Analisis Berkas Laporan, Kapan Hotman Paris Dipanggil Polisi?
-
Gerindra: Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Soal Tempat Duduk Jangan Didramatisir