Suara.com - Stasiun Kereta Api telah menjadi simpul utama mobilitas masyarakat. Tingginya aktivitas di kawasan ini membuat penataan area stasiun menjadi penting agar pergerakan penumpang, kendaraan, dan pengguna jalan dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan nyaman. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kolaborasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Gojek untuk mendukung penataan kawasan stasiun, termasuk Stasiun Bogor, dalam menghadirkan integrasi mobilitas antarmoda yang lebih baik.
Dalam upaya tersebut, Gojek menghadirkan titik jemput GoRide Instant dan GoCar Instant di kawasan stasiun, termasuk Stasiun Bogor. Titik jemput Gojek yang terintegrasi dengan fitur Instant di aplikasi, membantu para pengguna kereta untuk bisa langsung melanjutkan perjalanan tanpa harus menunggu proses penjemputan. Selain membantu masyarakat melanjutkan perjalanan dari dan menuju stasiun dengan lebih mudah, langkah ini turut mendukung penataan kawasan agar aktivitas naik-turun penumpang berlangsung lebih tertib.
Henky Prihatna, Chief of Partnership GoTo, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya upaya bersama untuk membuat kawasan stasiun yang semakin rapi, aman, nyaman dan terintegrasi.
"Gojek turut menjadi bagian dengan menghadirkan titik jemput GoRide dan GoCar Instant di 37 stasiun, termasuk di Stasiun Bogor. Kami berharap ini dapat membuat perjalanan masyarakat semakin mudah dan nyaman dari rumah ke stasiun, melanjutkan perjalanan dengan kereta, hingga sampai ke tujuan. Di saat yang sama, kami juga berharap agar kerja sama dan integrasi ini dapat membuka peluang pendapatan yang berkelanjutan bagi Mitra Driver Gojek,” pungkasnya.
Menurut Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, saat ini jumlah pengguna KRL dari dan menuju Bogor telah mencapai sekitar 130.000 penumpang per hari, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 100.000 penumpang. Karena itu, penataan kawasan Stasiun Bogor tidak hanya akan berfokus pada layanan KRL, tetapi juga mengintegrasikan berbagai moda transportasi, termasuk Trans Pakuan, transportasi daring, hingga rencana pengembangan LRT perkotaan di Bogor.
“Kita harapkan dengan konsep konektivitas ini tidak hanya ada KRL saja. Juga ada nanti Trans Pakuan, kemudian ada angkutan daring. Bahkan kita sedang membicarakan bagaimana kalau kita menginisiasi konsep LRT perkotaan di Bogor,” ujar Bobby.
Di luar penataan kawasan stasiun dan penyediaan titik jemput Instant, kolaborasi Gojek dan KAI juga membuka peluang integrasi yang lebih luas di ekosistem KAI Group. Kolaborasi ini mencakup pemanfaatan GoPay sebagai solusi pembayaran digital di ekosistem KAI Group, penjajakan pemanfaatan teknologi Gojek dan GoPay untuk aplikasi KAI Access serta berbagai layanan dan entitas usaha di bawah KAI Group, termasuk KAI Logistik (PT Kereta Api Logistik) dan KAI Service (PT Reska Multi Usaha). Sinergi ini juga menjadi penguatan kerja sama yang telah terjalin sejak 2022 melalui GoTransit, fitur yang mengintegrasikan layanan GoRide dan GoCar dengan KRL Commuterline. ***