Suara.com - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan keluhan tim Vietnam mengenai bau sampah yang tercium sampai kawasan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, sudah diatasi.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo yang berdekatan dengan Stadion GBT sudah ditutup plastik membran sehingga baunya sudah tidak tercium seperti yang dikeluhkan Vietnam.
"Saya ingin memastikan sekali Pemerintah Kota Surabaya menangani ini, dan Wali Kota Surabaya menjamin kepada saya," kata Iriawan di Lapangan Sidolig, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis.
Menurut dia, PSSI telah meminta FIFA menginspeksi langsung Stadion GBT karena stadion itu menjadi unsur penting dalam persepakbolaan nasional.
"Tidak ada kegiatan hari ini sehingga kemarin FIFA ada di sana tidak ada bau," kata dia.
Dia ingin stadion itu tetap menjadi tempat ajang sepakbola internasional karena selain menjadi kota pahlawan, animo masyarakat Surabaya terhadap sepakbola sangatlah tinggi.
"Kemarin FIFA bertemu dengan saya, hampir tiga jam diskusi, ada beberapa kota yang perlu diatensi oleh FIFA, kota-kota itu pendiri PSSI, ada Surabaya, ada solo, Bandung, Jakarta," kata Iriawan.
Sebelumnya pelatih Timnas Vietnam U-20, Dinh The Nam mengeluhkan aroma sampah di Stadion GBT yang sampai tercium saat Vietnam melakoni pertandingan Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 melawan Hong Kong karena Gelora Bung Tomo berdekatan dengan TPA Benowo.
[Antara]
Baca Juga: Vietnam Keluhkan Bau Sampah di Stadion Gelora Bung Tomo, Menpora Sebut FIFA Sudah Tinjau Lokasi
Berita Terkait
-
Prediksi Formasi Timnas Indonesia Pilihan John Herdman di FIFA Series 2026 Meski 6 Pemain Dicoret
-
Luke Vickery Sudah Komunikasi dengan PSSI, Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Erick Thohir Sebut FIFA Series 2026 Panggung John Herdman Bangun Era Baru Timnas Indonesia
-
Jadwal FIFA Series Resmi Dirilis, PSSI Soroti 2 Hal
-
Tak Cuma Berburu Poin, Ini 2 Fokus Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
Terkini
-
Super League Dapat Dua Slot Kompetisi Asia, Persija-Persib Jadi Wakil Indonesia?
-
Dominasi Inggris di Liga Champions, 7 Klub Premier League Tembus 16 Besar
-
Robert Lewandowski Bimbang Soal Masa Depan di Barcelona
-
Deretan Pemain Naturalisasi yang Terancam Degradasi Bareng Klubnya, Siapa Saja?
-
Heboh Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Akun Resmi Serie A Italia: Jay Idzes Aja Bangga!
-
Persiapan Singkat, Persib Bandung Waspadai Parkir Bus Madura United
-
Rekor Pribadi Jordi Amat Pecah di Persija, Musim Perdana Jadi yang Paling Produktif
-
5 Pemain yang Kariernya Melejit Usai Bela Timnas Indonesia
-
Dulu Mereka Bintang Timnas Indonesia Kini Terbuang ke Klub Kecil
-
PSSI Tantang John Herdman Buktikan Kualitas di FIFA Series 2026