Suara.com - Eks striker Timnas Inggris, Jermain Defoe menilai Harry Maguire sebenarnya bek yang bagus, namun pemain Manchester United itu memang terlalu sering membuat kesalahan-kesalahan elementer dalam pertandingan.
Maguire lagi-lagi tampil buruk saat Timnas Inggris diimbangi Jerman 3-3 pada laga UEFA Nations League 2022/2023 di Wembley, London, Selasa (27/9/2022) dini hari WIB.
Usai terpinggirkan dari starting eleven Manchester United berkat performa buruknya, Maguire kembali tampil memble di level internasional.
Bek sentral berusia 29 tahun itu setidaknya bertanggung jawab pada dua gol Jermans etelah membuat blunder konyol.
Maguire membuat Inggris dihukum penalti di gol pertama Jerman usai salah umpan dan menjegal Jamal Musiala, sebelum kehilangan bola dalam proses terjadinya gol kedua tim tamu.
Defoe pun mengkritisi kesalahan-kesalahan yang dilakukan Maguire.
"Kalau dilihat, gol-gol Jerman sebenarnya dapat terhindarkan," ucap Defoe seperti dilansir Daily Mail, Selasa.
"Kesalahan konyol, dia (Maguire) salah umpan lalu kena penalti. Kesalahan individual, dan entah mengapa, kok rasanya dia terus."
"Saya percaya Maguire sebenarnya bek yang bagus, tapi di dalam dirinya seperti ada habit untuk selalu membuat kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dalam pertandingan, kesalahan-kesalahan konyol," tukas Defoe.
Baca Juga: Mata Lebam seperti Babak Belur, Cristiano Ronaldo Tetap Semangat Persiapkan Diri Lawan Spanyol
Maguire sendiri memang menuai kecaman dari publik Inggris, namun pelatih Gareth Southgate menegaskan tidak akan mencoret sang bek dari skuad jelang bergulirnya Piala Dunia 2022.
"Saya tahu semua orang bakal fokus ke Harry, tapi ada beberapa momen-momen yang sangat penting di mana Harry berkontribusi dalam dua pertandingan (terakhir Inggris di Nations League)," ucap Southgate.
"Ini akan selalu menimbulkan perdebatan, tetapi menurut saya di saat-saat seperti ini kami harus mendukung pemain terbaik dan paling berpengalaman kami, kecuali jika situasinya sudah tak bisa dipertahankan dan mustahil untuk memilih mereka," pungkas pelatih asal Inggris itu.
Tag
Berita Terkait
-
Roberto Mancini Umbar Janji Manis, Targetkan Dua Trofi Juara untuk Italia
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Jadwal Perempat Final VNL Putra 2026 Hari Ini: Jepang Hadapi China, Slovenia Ditantang Turki!
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya