Suara.com - Berikut deretan pemain Timnas Indonesia yang pernah ditunjuk oleh Shin Tae-yong sebagai kapten dalam pertandingan atau ajang-ajang yang pernah dilakoni.
Sejak melatih Timnas Indonesia pada akhir tahun 2019, Shin Tae-yong telah memanggil banyak pemain ke skuad Garuda, baik untuk menjalani pemusatan latihan maupun pertandingan.
Para pemain yang dipanggil pun terbilang banyak, yakni mencapai 54 pemain, di mana sebagian ada yang menjadi langganan di Timnas Indonesia.
Karenanya, Shin Tae-yong kerap melakukan rotasi dan jarang memiliki pakem tertentu untuk pemain yang dipanggil, kecuali beberapa pemain yang telah menjadi langganan.
Meski kerap melakukan rotasi dan banyak memanggil pemain, ternyata juru taktik asal Korea Selatan itu tak pernah berkompromi soal pemain yang dijadikan kapten tim.
Dalam 25 pertandingan yang telah dilakoninya bersama Timnas Senior Indonesia, Shin Tae-yong ternyata hanya pernah menunjuk empat pemain sebagai kapten tim.
Dari empat pemain tersebut, beberapa pemain yang ditunjuk sebagai kapten itu utamanya adalah pemain berpengalaman.
Namun, Shin Tae-yong ternyata juga kerap menjadikan para pemain muda di timnas senior sebagai kapten tim dalam pertandingan yang dilakoni.
Kira-kira, siapa saja pemain yang menjadi kapten Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong? Berikut daftarnya.
Baca Juga: Profil Kim Jong-jin, Asisten Shin Tae-yong yang Terbang ke Belanda Lobi Calon Pemain Naturalisasi
1. Evan Dimas
Evan Dimas menjadi pemain yang paling sering dijadikan kapten Timnas Indonesia oleh Shin Tae-yong. Tercatat, pemain berusia 27 tahun ini telah 11 kali menjabat sebagai kapten skuad Garuda.
Jabatan kapten pertama yang ia emban di bawah era Shin Tae-yong terjadi pada 2021 silam, kala Timnas Indonesia melakoni pertandingan persahabatan melawan Oman.
Namun belakangan, Evan Dimas telah jarang dipanggil untuk membela Timnas Indonesia. Alhasil, ban kapten pun lepas dari lengannya.
2. Asnawi Mangkualam
Tak hanya mengandalkan pemain berpengalaman pada diri Evan Dimas sebagai kapten, Shin Tae-yong juga pernah menjadikan Asnawi Mangkualam yang berstatus pemain muda mengemban jabatan itu.
Berita Terkait
-
Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
-
Panas! Ejekan Justin Hubner ke Timnas Vietnam Berbuntut Panjang
-
Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan