Suara.com - Flank Timnas Indonesia, Syauqi Saud mendapat pujian sekaligus hujatan usai membela skuad Garuda menghadapi Jepang dalam babak delapan besar Piala Asia Futsal 2022, Selasa (4/10/2022) malam WIB.
Duel Timnas Futsal Indonesia vs Jepang yang berlangsung di Saad Al Abdullah Hall, Kuwait City harus berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan tim Negeri Sakura.
Meski kalah, Timnas Futsal Indonesia tampil begitu luar biasa. Mereka bahkan sempat unggul lebih dulu sebelum berbalik tertinggal 1-2 usai kebobolan dua gol cepat Jepang.
Dalam situasi tertinggal, Timnas Futsal Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-35. Skuad Garuda melakukan counter attack setelah mematahkan serangan jepang.
Syauqi Saud yang mendapat operan dari rekannya kemudian menggiring bola ke pertahanan lawan. Dia tak mendapat kawalan sama sekali hingga kans mencetak gol sangat besar.
Namun, Syauqi Saud memilih untuk berhenti menggiring bola dan membuang si kulit bundar ke pinggir lapangan. Hal itu lantaran dia melihat satu pemain Jepang tergeletak di lapangan.
Padahal saat itu, wasit tidak meniup peluit alias tak menganggap cederanya pemain Jepang sebagai sesuati yang memaksa laga dihentikan.
Alhasil, aksi Syauqi Saud pun menuai banyak komentar baik yang mendukung maupun menyayangkan. Ironisnya, dukungan banyak datang dari kubu Timnas Jepang, sementara sebagian fans Timnas Futsal Indonesia menghujatnya.
"Respect Sauqi," tulis pelatih Timnas Futsal Jepang Kensuke Takahashi dengan tiga emoticon tepuk tangan di kolom komentar Instagram Syauqi Saud.
Baca Juga: Cetak Sejarah Baru di Piala Asia, Timnas Futsal Indonesia Disanjung Netizen
Di sisi lain, warganet yang kecewa langsung menggeruduk Instagram Syauqi Saud. Mereka merasa seharusnya 'fair play' tidak perlu dilakukan karena Indonesia sedang dalam keadaan tertinggal, sebagaimana dilansir dari BolaTimes--jaringan Suara.com, Rabu (5/10/2022).
"Ngapain berhenti, orang Jepang aja mau ngegoling ngapain lo ga goling bang adohhhh," tulis @marza*******.
"Kecewa gw dlm posisi gitu malah nge respect, salah keadaannya cuy," tulis @ridwan****.
"Makan tuh fair play," tulis @koeching*****.
"Menang tidak perlu respect nomor 1," tulis @zey***.
"Syauqi mainnya terlalu polos, harusnya shot biar 2-2, sampai coach Hasim zadeq dikartu kuning karna protes! wajar kita dijajah Jepang duluu, karna Indonesia terlalu baik," tulis @ardians****.
Pada pertandingan itu, Timnas Futsal Indonesia akhirnya kalah dengan skor 2-3 dan gagal melangkah ke semifinal Piala Asia 2022 untuk kali pertama.
Tag
Berita Terkait
-
Kalah Dramatis, Langkah Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2022 Terhenti di Perempat Final
-
Update Ranking 10 Besar Futsal Asia, Timnas Futsal Indonesia Naik Satu Peringkat
-
Ranking Timnas Futsal Indonesia Naik Lagi, Kali Ini Geser Australia
-
Jadwal Timnas Futsal Indonesia vs Jepang di Perempat Final Piala Asia Futsal 2022 Hari Ini
-
Jepang vs Timnas Futsal Indonesia, Hashemzadeh: Kami Akan Berjuang Untuk Menang
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas