- Wisatawan Malaysia mendominasi penumpang asing Kereta Cepat Whoosh dengan total 403.626 orang hingga Agustus 2026.
- KCIC memperluas pasar internasional melalui partisipasi dalam MATTA Fair Kuala Lumpur dan promosi di Penang.
- Peningkatan jumlah penumpang ini mempermudah mobilisasi pelancong mandiri serta rombongan keluarga antara Jakarta dan Bandung.
Suara.com - Kereta Cepat Whoosh kini menjadi pilihan utama moda transportasi bagi turis mancanegara yang berwisata ke Indonesia. Wisatawan asal Malaysia tercatat sebagai pengguna asing paling mendominasi sejak layanan moda transportasi modern ini pertama kali diresmikan pada penghujung 2023.
Data kumulatif menunjukkan hingga Agustus 2026, sebanyak 403.626 penumpang berpaspor Malaysia telah menikmati perjalanan menggunakan Whoosh. Angka fantastis tersebut menyumbang porsi terbesar, yakni mencapai 42,8 persen dari total 944.087 penumpang warga negara asing secara keseluruhan.
General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Eva Chairunisa, mengungkapkan bahwa melonjaknya antusiasme pelancong dari Negeri Jiran menegaskan bahwa Whoosh telah berintegrasi menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman liburan mereka di Tanah Air. Kehadiran fasilitas ini mempermudah mobilisasi wisatawan untuk menghubungkan deretan agenda perjalanan di Jakarta maupun kawasan Jawa Barat.
"Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar. Kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta-Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dalam waktu yang terbatas," ujar Eva Chairunisa.
Tren positif ini berlanjut sepanjang periode Januari sampai Agustus 2026, di mana KCIC melayani 105.095 penumpang asal Malaysia. Jumlah tersebut mengambil porsi sekitar 40 persen dari total 262.369 penumpang asing pada rentang waktu yang sama.
Bahkan pada awal September 2026, data transaksi sementara menunjukkan sebanyak 2.300 tiket telah dipesan oleh turis asal Malaysia, atau mencatatkan rata-rata pemesanan 1.150 tiket setiap harinya.
Tingginya daya tarik ini didorong oleh sinergi kuat antara biro perjalanan di Malaysia dengan mitra agen perjalanan lokal di Jakarta dan Bandung. Menangkap peluang tersebut, KCIC secara proaktif menggandeng berbagai pelaku industri guna merancang paket wisata terpadu yang menggabungkan aksesibilitas Whoosh dengan destinasi pelesiran, akomodasi hotel, hingga transportasi pengumpan.
Langkah ekspansi pasar dilakukan secara langsung dengan berpartisipasi dalam ajang keagenan wisata internasional MATTA Fair di Kuala Lumpur serta menggelar sales mission di Penang. Lewat agenda tersebut, KCIC memaparkan kemudahan pemesanan tiket, konektivitas antarkota, hingga peluang kemitraan strategis.
Hasil pemetaan di lapangan mengindikasikan bahwa minat penggunaan Whoosh didominasi oleh pelancong mandiri (solo traveler), rombongan keluarga, serta grup skala kecil. Pola perjalanan yang kerap dipilih mencakup durasi liburan 4 hari 3 malam hingga 5 hari 4 malam, dengan membagi waktu menginap dua hari di Jakarta dan satu hari di Bandung, maupun sebaliknya.