Suara.com - Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll menegaskan kepercayaannya kepada PSSI mengenai kejelasan BRI Liga 1 2022/2023. Ia yakin federasi bisa memutuskan kapan waktu terbaik untuk menggulirkan kembali kompetisi.
Seperti diketahui BRI Liga 1 dihentikan sementara waktu buntut Tragedi Kanjuruhan, Malang. Sepak bola Indonesia sedang dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Bahkan FIFA, AFC, dan pemerintah turun tangan membenahi sepak bola Indonesia. Transformasi total akan dilakukan dengan target meningkatkan kualitas sepak bola di Tanah Air.
Thomas Doll percaya ada keputusan yang bagus dari PSSI. Oleh sebab itu, ia akan sabar menunggu meski memang butuh kepastian secepatnya agar ada target dalam latihan.
"Paling penting percaya PSSI pasti buat rencana Liga 1 kapan berjalan lagi. Saya berharap semua harus sabar dan percaya sama PSSI," kata Thomas Doll saat ditemui di Lapangan Nirwana Park, Depok, Kamis (20/10/2022).
"Saya yakin PSSI bisa menemukan waktu yang tepat kapan liga bisa dimulai," sambung juru taktik asal Jerman itu.
Lebih lanjut, Doll merasa untuk saat ini keadaan bisa kembali normal tentu dengan kualitas yang lebih bagus. Ia ingin Tragedi Kanjuruhan jadi pelajaran semua pihak.
"Paling penting semua kembali normal. Memang semua kejadian di Kanjuruhan membuat semua terkejut, tapi kehidupan harus jalan terus," ucap Doll.
"Kami tidak bisa mengontrol semuanya harapannya semua bisa bermain sepak bola lagi dan tidak mau pemain kehilangan motivasi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jordi Amat Bidik 3 Poin di Ternate, Persija Siap Manfaatkan Kekalahan Borneo FC
-
Jadwal Padat Tak Goyahkan Persija, Tetap Bidik Tiga Poin di Markas Malut United
-
Persija Siap Hancurkan Rekor Kandang Malut United Demi Takhta Juara Super League 2025/2026
-
Alaaeddine Ajaraie Ungkap Rahasia Gacor Bersama Persija Jakarta Berkat Berkah Ibadah Puasa Ramadan
-
Head to Head Malut United vs Persija Jakarta di BRI Super League 24 Februari 2026
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Federico Dimarco Ingin Inter Milan Cetak Gol Cepat Lawan Bodo/Glimt
-
Juventus Tertinggal 2-5, Masih Bisa Comeback? Ini Hitung-hitungan Realistisnya!
-
TVRI Modernisasi Sistem Penyiaran Sambut Piala Dunia 2026
-
Inter Milan Optimistis Balikkan Keadaan Kontra Bodo/Glimt di San Siro
-
Bernardo Tavares Fokus Benahi Bola Mati Jelang Persebaya Hadapi PSM Makassar
-
Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Putri Indonesia Tumbang 0-3 dari Thailand di Laga Perdana
-
Benjamin Sesko Mulai Gacor, tapi Maaf Belum akan Jadi Pilihan Utama