Suara.com - Persita Tangerang resmi mengakhiri kerja sama dengan Marcos Gonzales sebagai pelatih fisik di saat kompetisi Liga 1 musim ini yang masih belum jelas kapan kembali digulirkan usai Tragedi Kanjuruhan.
Pelatih asal Argentina tersebut menyudahi kontraknya lebih cepat di tim berjuluk Pendekar Cisadane itu dengan kesepakatan bersama.
"Kami telah mencapai kesepakatan bersama untuk menyudahi kontrak lebih cepat dengannya (Marcos)," kata Manajer Persita, I Nyoman Suryanthara seperti dikutip dari Antara, Senin (24/10/2022).
Ia menegaskan bahwa Persita selalu mendukung karier Marcos agar semakin baik ke depannya meski tidak bersama lagi dengan Persita.
"Persita selalu mendukung kariernya sebagai pelatih untuk terus menjadi lebih baik ke depannya. Walau terasa sangat singkat di Persita, terima kasih atas kerja kerasnya di tim ini," kata Nyoman.
Sementara itu, Marcos menyampaikan terima kasih kepada jajaran manajemen Persita yang telah mendukung kariernya ke tingkat yang lebih tinggi, serta berharap Persita bisa meraih kesuksesan dalam menjalani sisa musim ini.
"Tak mudah untuk mengambil keputusan ini. Saya berterima kasih kepada Presiden klub, manajer tim Pak Nyoman, Coach Vera, para pelatih dan staf lainnya atas kepercayaannya selama ini," katanya.
Marcos juga mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang selama ini mendukung dan melaksanakan program yang diberikan saat latihan fisik.
"Tak lupa juga untuk seluruh pemain Persita yang selalu mendukung saya selama berada di tim ini. Semoga Persita bisa sukses menjalani sisa musim ini," tukasnya.
[Antara]
Berita Terkait
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
Persita Tangerang Rekrut Luquinhas, Eks Amazonas dengan Pengalaman Eropa
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
-
Alasan Muhammad Toha Tinggalkan Persita Tangerang ke DPMM FC Brunei Darussalam
-
Muhammad Toha Beri Salam Perpisahan ke Persita Tangerang
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik