Suara.com - Berikut deretan pelatih dengan bayaran tertinggi di Piala Dunia 2022, di mana nama-nama beken dari negara-negara top masuk dalam daftar ini.
Piala Dunia 2022 segera bergulir dalam hitungan hari. Saat ini, setiap negara telah mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa berprestasi di ajang ini.
Persiapan untuk tampil di Piala Dunia 2022 sendiri telah dilakukan jauh-jauh hari oleh masing-masing negara yang menjadi kontestan.
Persiapan ini meliputi banyak hal, salah satunya adalah dengan menunjuk pelatih yang akan memimpin tim di Piala Dunia 2022.
Agar bisa berbicara banyak di Piala Dunia 2022, banyak negara yang rela melakukan pergantian pelatih dan menunjuk pelatih berpengalaman untuk menukangi timnya.
Bahkan, iming-iming gaji dengan nilai fantastis diberikan setiap negara kepada para pelatih yang ditunjuknya untuk bisa membawa timnya berprestasi di Piala Dunia 2022.
Berbicara soal gaji besar, kira-kira siapa saja pelatih Piala Dunia 2022 yang memiliki bayaran tertinggi saat ini? Berikut daftarnya.
1. Hansi Flick (Jerman)
Pelatih Timnas Jerman, Hansi Flick, menduduki posisi teratas pelatih dengan bayaran tertinggi di Piala Dunia 2022.
Baca Juga: GILA Harga Segelas Bir di Piala Dunia 2022 Qatar Rp 223 Ribu Per Gelas, Air Mineral Rp 42 Ribu
Eks pelatih Bayern Munich itu mendapat bayaran sebesar 5,5 juta poundsterling atau Rp101 miliar per tahunnya dari DFB atau Federasi Sepak Bola Jerman.
Besarnya bayaran ini dimaksudkan agar Hansi Flick bisa membawa Jerman berprestasi di Piala Dunia 2022, usai menuai kegagalan di fase grup Piala Dunia 2018 lalu.
2. Gareth Southgate (Inggris)
Gareth Southgate juga masuk dalam jajaran pelatih dengan bayaran tertinggi di Piala Dunia 2022. Diketahui, ia mengantongi bayaran sebesar 4,9 juta poundsterling atau Rp90 miliar per tahun.
Besarnya bayaran ini tak lepas dari kontrak baru yang diteken Southgate beberapa waktu lalu. Selain itu, bayaran ini juga dimaksudkan agar ia bisa membawa Inggris berjaya.
Sejauh ini, Inggris menunjukkan progress signifikan di tangan Southgate. Sehingga bayaran besar itu dianggap bisa memancingnya agar membawa The Three Lions menjuarai Piala Dunia 2022.
Tag
Berita Terkait
-
Timnas Argentina Didesak Dilarang Main di Piala Dunia, Sang Presiden Murka
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Ketika Nobar Jadi Ruang Kumpul Komunitas dan Hiburan Digital
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim