Suara.com - Begitu banyaknya menit tambahan pada injury time seakan jadi tren di Piala Dunia 2022. Wasit legendaris Pierluigi Collina pun memberikan penjelasannya terkait fenomena ini.
Di laga Timnas Inggris kemarin misalnya, injury time mencapai 24 menit! Rinciannya, 14 menit waktu tambahan di babak pertama, serta 10 menit di babak kedua pertandingan Grup B Piala Dunia 2022 di mana Inggris menang telak 6-2 atas Iran tersebut.
Collina, yang kini menjabat Ketua Komite Wasit FIFA, menjelaskan hal ini akan menjadi aturan reguler di sepak bola dunia ke depannya, bukan hanya di Piala Dunia Qatar ini saja.
"Kami mengatakan kepada semua orang untuk tidak terkejut jika mereka melihat wasit keempat mengangkat papan elektronik dengan jumlah tambahan waktu yang banyak. Jika ingin waktu lebih efektif, kita harus siap melihat waktu tambahan semacam ini diberikan," kata Collina dikutip dari GOAL Intl, Selasa (22/11/2022).
Collina mencontohkan, bayangkan bila dalam sebuah pertandingan terjadi tiga gol. Sebuah perayaan biasanya memakan waktu 1 - 1,5 menit.
"Jika tiga gol yang dicetak, pertandingan bisa kehilangan lima atau enam menit. Yang ingin kami lakukan adalah menghitung waktu tambahan secara akurat di akhir pertandingan. Ini juga bisa mengkebiri taktik membuang waktu yang bisa merugikan tim lainnya dalam suatu pertandingan," ucap pria plontos asal Italia itu.
"Kami berhasil di Rusia 2018 dan kami mengharapkan hal yang sama di Qatar. Saya tidak berbicara tentang intervensi VAR, ini adalah sesuatu yang berbeda dan diperhitungkan oleh Asisten Wasit Video dengan cara yang sangat tepat," tutur Collina.
Selain Inggris, Timnas Belanda dini hari tadi juga mendapat keuntungan dari tambahan waktu delapan menit di babak kedua dan berhasil mencetak gol kedua di injury time untuk memastikan kemenangan 2-0 melawan Senegal.
Sementara pertemuan antara Amerika Serikat dan Wales mendapat tambahan waktu sembilan menit karena pertandingan sempat terhenti di babak kedua.
Baca Juga: Bukan sang Pencetak Gol, Yasser Al Shahrani Man of the Match Argentina vs Arab Saudi
Berita Terkait
-
Bielsa Ngamuk Usai Uruguay Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Maki-maki Diri Sendiri
-
Jalan Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar: Lawan Terpetakan, Ujian Berat Menanti
-
Video Pemain Hampir Baku Pukul di Sesi Latihan, Pelatih Panama: Itu Normal
-
Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Bielsa Ngamuk Usai Uruguay Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Maki-maki Diri Sendiri
-
Jalan Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar: Lawan Terpetakan, Ujian Berat Menanti
-
Video Pemain Hampir Baku Pukul di Sesi Latihan, Pelatih Panama: Itu Normal
-
Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador
-
Ritual Tanda Salib Lionel Scaloni dan Alasan Ogah Rayakan Gol Argentina
-
Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil
-
Kabar Duka! Wonderkid Venezuela Ditemukan Tewas di Tengah Reruntuhan Gempa
-
Hasil MLSC All-Stars 2026: Lewat Duel Sengit, Kudus Melaju ke Final Usai Taklukkan Surabaya
-
Heboh Video Kylian Mbappe Nyuruh Wasit Kasih Ban Kapten Tchouameni, Ternyata Ini Alasannya