Suara.com - Flu Unta menyerang jelang Final Piala Dunia 2022. Virus ini disebut lebih mematikan dari COVID-19. Sekitar 2.600 kasus tercatat antara April 2012 dan Oktober 2022 di 12 negara di Timur Tengah dan Mediterania timur. Satu dari tiga orang yang tertular virus tidak selamat.
Hal ini mengkhawatirkan Qatar dengan datangnya ribuan penggemar sepak bola untuk menonton Piala Dunia 2022.
Dikutip dari Daily Mail, mereka berpotensi tertular dan membawa ke negara mereka masing-masing.
Flu unta, atau Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) jauh lebih mematikan daripada Covid-19.
Penyakit ini muncul di Arab Saudi pada tahun 2012 dan akhirnya menyebar ke seluruh negara Timur Tengah. Virus, yang juga telah diidentifikasi di Inggris, umumnya menyebar melalui kontak dengan unta, tetapi kasus penularan dari manusia ke manusia juga tercatat.
Dr Sandeep Nayar, Direktur Senior dan HOD di Pusat BLK-Max untuk Penyakit Dada dan Pernafasan di New Delhi, mengatakan ada kekhawatiran bahwa lonjakan infeksi baru dapat didorong oleh masuknya banyak penggemar sepak bola ke Qatar.
"Jadi mereka yang memiliki gejala, yang tinggal di sebuah cluster, lebih rentan untuk tenggelam."
Gejala flu unta sama seperti virus penapasan lainnya. MERS menyebabkan sesak napas dan batuk, biasanya disertai suhu tinggi.
“Ada batuk kering dan iritasi di tenggorokan bagian atas,” jelas Dr Neha Rastogi.
Baca Juga: 3 Pemain Prancis Sakit Jelang Final Piala Dunia 2022 Lawan Argentina
“Dalam kasus tertentu, itu juga dapat menyebabkan kondisi seperti pneumonia yang dapat menyebabkan pasien dirawat di rumah sakit. Kasus yang parah juga mengakibatkan kematian,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah
-
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat
-
Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal