Suara.com - Seluruh anggota tim Prancis hadir dalam sesi latihan Sabtu (19/12/2022) malam, menjelang final Piala Dunia 2022 pada Minggu melawan Argentina setelah virus membuat sejumlah pemainnya absen pekan ini.
Pelatih Didier Deschamps sebelumnya mengatakan Sabtu pagi bahwa timnya mengambil langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran penyakit, yang telah berdampak pada sejumlah pemain.
Pasangan bek tengah Raphael Varane dan Ibrahima Konate absen pada latihan Jumat, demikian juga pemain sayap Kingsley Coman, sedangkan gelandang Adrien Rabiot dan bek Dayot Upamecano tidak bermain dalam pertandingan semifinal Rabu melawan Maroko.
Namun pada Sabtu malam, semua 24 anggota skuad Prancis hadir pada awal sesi latihan mereka di Doha.
Deschamps mengatakan dalam konferensi pers prapertandingan bahwa kubu Prancis "mencoba untuk mengambil tindakan pencegahan semaksimal mungkin".
"Jelas akan lebih baik jika ini tidak terjadi tetapi kami menanganinya sebaik mungkin dengan staf medis kami," katanya seperti dikutip kantor berita ANTARA dari AFP.
Deschamps dan kapten tim Hugo Lloris sama-sama menegaskan bahwa mereka belum dapat memberikan kabar terbaru tentang kesehatan sebelum tim berlatih di stadion kandang klub juara Qatar Al Sadd.
"Saya baik-baik saja. Mengenai para pemain, saya berangkat cukup pagi tadi sehingga mereka semua sedang tidur," tambah Deschamps saat berbicara kepada wartawan pada pukul 11.30 waktu setempat.
"Kami berusaha menangani situasi sebaik mungkin dan tetap tenang dan fokus.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2022: Head-to-Head Argentina vs Prancis, La Albiceleste Lebih Unggul
"Saya akan mendapatkan lebih banyak informasi hari ini dan memikirkannya malam ini dan mungkin besok. Dan tentu saja kami berharap siap untuk pertandingan penting ini."
Para pemain, staf, dan sumber lain yang dekat dengan skuad Prancis telah membicarakan berbagai gejala yang mempengaruhi tim dalam beberapa hari terakhir, termasuk demam, sakit perut, dan sakit kepala.
Tindakan telah diambil di hotel tim, termasuk mengisolasi pemain tertentu, tetapi pengujian Covid-19 tidak lagi diberlakukan oleh badan sepak bola dunia FIFA.
Prancis mengincar menjadi tim pertama sejak Brazil pada 1962 yang berhasil mempertahankan trofi Piala Dunia.
Mereka menghadapi tim Argentina yang bertekad untuk memenangkan trofi dalam pertandingan yang kemungkinan besar akan menjadi pertandingan terakhir Lionel Messi di turnamen tersebut.
"Kami tidak pernah benar-benar siap untuk hal semacam ini tetapi kami berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin," kata Lloris tentang kekhawatiran akan penyakit itu.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Persib Susah Payah Bungkam Bali United, Frans Putros: Yang Penting Menang!
-
Klasemen Liga Inggris usai Manchester City Lumat Chelsea, Arsenal Tertekan!
-
Resmi! Sandy Walsh Orang Indonesia Pertama yang Juara Liga Thailand
-
PSSI Lirik Format Baru untuk Piala Presiden 2026, Bidik Libatkan Tim Asing Lagi
-
Italia Batal, PSSI Kantongi Satu Negara Asia Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
-
Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko
-
Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia
-
Justin Hubner Sindir NAC Breda yang Picu Polemik Paspoortgate di Belanda
-
Kalahkan Bali United dengan 10 Pemain, Bojan Hodak Puji Kerja Keras Pasukannya
-
Blunder Jay Idzes Jadi Penentu, Pelatih Sassuolo Lempar Sindiran Tajam