-
Ronald Koeman memprediksi Inggris akan mengandalkan strategi bola mati mirip Arsenal di Piala Dunia.
-
Cuaca ekstrem di Amerika Utara menjadi alasan Thomas Tuchel memilih taktik yang menghemat energi.
-
Thomas Tuchel mengonfirmasi kesiapan skuadnya melalui pemanggilan pemain spesialis bola mati dan penalti.
Suara.com - Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel diprediksi bakal mengabaikan sepak bola indah demi efisiensi taktik di Piala Dunia 2026 mendatang. Rekrutan pemain berpostur tinggi menjadi sinyal kuat bahwa Inggris akan mengandalkan situasi bola mati.
Strategi pragmatis ini dianggap meniru formula sukses Arsenal saat merajai kompetisi Liga Utama Inggris. Pendekatan tersebut dinilai sebagai jalan pintas paling rasional untuk memenangkan trofi di tengah cuaca ekstrem.
Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, secara terbuka membongkar rencana rahasia yang sedang dipersiapkan oleh rivalnya tersebut. Koeman melihat ada kesamaan mencolok antara komposisi skuad Tiga Singa dengan gaya bermain Arsenal.
Pilihan pemain yang dibawa Tuchel memperkuat dugaan bahwa bola mati akan menjadi senjata utama mereka. Kehadiran pilar-pilar tangguh di udara menjadi fondasi utama dari skema permainan ini.
Koeman menilai aspek efisiensi energi menjadi alasan utama di balik pemilihan strategi mekanis tersebut. Cuaca panas di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menuntut pemain menghemat tenaga sepanjang laga.
Ketergantungan pada bola mati dinilai bisa memangkas kebutuhan stamina pemain sepanjang turnamen bergulir. Skema ini tidak membutuhkan banyak pergerakan dinamis namun memiliki tingkat konversi gol yang tinggi.
Mantan bek legendaris Barcelona itu menegaskan bahwa Inggris tidak akan ragu bermain pragmatis demi hasil akhir. Menurutnya, cetak biru permainan tersebut sudah terbukti ampuh di kompetisi domestik.
"Anda bisa melihat bagaimana mereka akan bermain dari pilihan yang mereka buat untuk skuad Inggris," ujar Koeman saat mengumumkan skuadnya sendiri dikutip dari ESPN, Kamis (28/5/2026).
"Mereka akan bertaruh pada sepak pojok dan lemparan ke dalam. Itu membutuhkan jumlah energi paling sedikit dalam kondisi panas," lanjutnya.
Baca Juga: Pelatih Maroko Ungkap Alasan Tak Sertakan Sofiane Boufal di Piala Dunia 2026
"Begitulah cara Arsenal menjadi juara. Tanpa sepak pojok, mereka tidak akan berhasil," tegas Koeman memberikan analisis mendalam.
Sinyal pragmatisme Tuchel semakin menguat dengan dipanggilnya pemain spesialis udara seperti Dan Burn dan Ivan Toney. Langkah ini mempertegas bahwa Inggris tidak lagi tabu menggunakan skema bola panjang.
Di sisi lain, Declan Rice diprediksi memegang peran sentral sebagai eksekutor utama bola mati. Peran Rice di tim nasional akan sangat mirip dengan kontribusinya yang masif bersama Arsenal.
Tuchel sendiri tidak menampik bahwa timnya memang dipersiapkan untuk menguasai situasi-situasi bola mati. Baginya, setiap skenario pertandingan membutuhkan pendekatan yang sangat spesifik.
"Kami memiliki spesialis bersama kami untuk berbagai skenario yang berbeda: saat Anda unggul, saat kami mengejar ketertinggalan permainan," ungkap Tuchel.
"Kami selalu mengatakan ingin menjadi tim bola mati yang kuat, jadi kami memiliki spesialis untuk itu dan kami ingin menjadi tim penalti yang kuat," tambah mantan pelatih Chelsea itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Raja Menit Bermain: 3 Penggawa Timnas Indonesia dengan Jam Terbang Tertinggi di Eropa
-
Weverton: Timnas Brasil Jangan Sombong dan Turunkan Ego Kalau Mau Juara Piala Dunia 2026
-
Ole Romeny Bikin Heboh! Main Hadroh Bareng Santri Jelang TC Timnas Indonesia
-
Kata-kata Dean Henderson Usai Crystal Palace Catat Sejarah Juara Conference League
-
Karier Aboard Pratama Arhan Ini Berakhir Jika Benar Berlabuh ke Garudayaksa FC
-
Debut Manis Kiper Muda Persija Jakarta! Hafizh Rizkianur Ucap Syukur
-
Latihan Perdana Timnas Indonesia Dimulai, Marselino hingga Saddil Langsung Digeber John Herdman
-
Mees Hilgers Terpaksa Bertahan di FC Twente Akibat Kesalahan Agennya
-
Persib Bandung Terancam Ditinggal Pilar Utama, Federico Barba Dapat Tawaran dari Liga Yunani
-
Crystal Palace Juara Conference League, Kisah Sukses Oliver Glasner Membawa Sejarah ke Selhurst Park