Sebelum Qatar 2022, Mbappe berhasil mengemas satu gol ketiga Prancis menang 4-2 atas Kroasia di final Piala Dunia 2018.
3. Impak Besar Angel Di Maria
Angel Di Maria yang absen dalam kemenangan 3-0 Argentina atas Kroasia tampil ciamik saat menghadapi Prancis di partai final Piala Dunia 2022.
Pelatih Lionel Scaloni secara cerdik menempatkan pemain Juventus itu di sisi kiri penyerangan yang sukses bikin bek kanan Prancis, Jules Kounde kewalahan.
Gol pembuka Argentina lewat penalti Messi di babak pertama merupakan hasil kerja keras Angel Di Maria yang melakukan manuver di kotak penalti sebelum dilanggar pemain Prancis di kotak terlarang.
Sementara gol kedua Argentina langsung dicatatkan olehnya sendiri pada menit ke-36 yang sempat membuat publik Prancis tertegun sebelum bangkt di babak kedua.
4. Perubahan Taktik Dider Deschamps
Seperti yang telah disinggung di atas, Prancis sempat tak berkutik di hadapan Argentina di mana pada babak pertama mereka bahkan tidak mampu menciptakan satu pun tembakkan ke gawang lawan.
Namun, perubahan aktik yang dilakukan Didier Deschamps terutama dengan memasukkan Marcus Thuram dan Randal Kolo Muani untuk menggantikan Olivier Giroud dan Ousmane Dembele membuat laga berubah 180 derajat.
Baca Juga: Statistik Kamboja Jelang Hadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, Minim Kemenangan
Intensitas pressing Prancis meningkat hingga puncaknya Prancis mendapat penalti usai Kolo Muani dijatuhkan Nicolas Otamendi. Kylian Mbappe selaku eksekutor menceploskan bola dengan baik.
Hanya satu menit berselang, pemain pengganti lainnya yakni Thuram memberikan impak besar dengan memberi assist kepada gol kedua Mbappe guna membawa Prancis menyamakan kedudukan 2-2.
Sebelum dua gol tersebut, Deschamps sejatinya juga melakukan pergantian krusial dengan memasukan Eduardo Camavingan dan Kingsley Koman pada menit ke-71 untuk menggantikan Theo Hernandez dan Antoine Griezmann.
Dua pemain muda itu mampu mengubah pola permainan Prancis yang sempat kesulitan membangun serangan untuk menjadi skuad yang tiba-tiba sangat berbahaya dalam hal serangan balik.
5. Emiliano Martinez Heroik
Emiliano Martinez tampil garang menjaga gawang Argentina di laga ini. Meski kebobolan tiga gol oleh Mbappe, kiper milik Aston Villa itu banyak melakukan penyelamatan luar biasa di laga ini.
Salah satu penyelamatan hebatnya terjadi di menit-menit akhir babak kedua perpanjangan waktu. Kolo Muani sudah berada di kotak penalti dan tanpa penjagaan, dia kemudian melepaskan tembakkan yang secara luar biasa mampu dihalau Martinez menggunakan kaki kirinya.
Momen krusial itu berlanjut di mana Martinez sukses menggagalkan tendangan Kingsley Coman di babak adu penalti sebelum membawa Argentina menang 4-2 untuk merengkuh gelar Piala Dunia ketiganya.
Tag
Berita Terkait
-
Drama, Kontroversi dan Momen Kocak Final Piala Dunia 2022 Argentina vs Prancis
-
Kisah Emiliano Martinez, Kiper Timnas Argentina yang Dulu Tak Mampu Bayar Kontrakan
-
Peter Drury Beri Komentar Termasyhur Final Piala Dunia: Messi Berjabat Tangan dengan Surga!
-
7 Pemain Legendaris yang Rekornya Dipatahkan Lionel Messi usai Juara Piala Dunia 2022 Qatar
-
Antoine Griezmann: Timnas Argentina Sulit Dilawan, Kini dalam Kondisi Baik
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung