Suara.com - Pelatih kepala Timnas Kamboja, Keisuke Honda, merasa dikerjai oleh pihak hotel tempatnya menginap menjelang duel melawan Timnas Indonesia di matchday 1 Grup A Piala AFF 2022.
Kamboja akan tandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk laga pertama ini pada Jumat (23/12/2022) sore.
Keisuke Honda mengatakan, telepon yang terletak di kamar hotelnya di kawasan Jakarta dihubungi oleh orang yang tidak dikenal sekira pukul 04.00 dini hari WIB tadi.
Setidaknya, penelpon kamar tersebut menghubungi sebanyak dua kali. Namun sebelum telepon diangkat, ternyata sambungannya sudah dimatikan.
“Dua kali telepon ke kamar hotel tempat saya menginap sekitar jam 4 dini hari tadi. Dua panggilan itu ditutup sebelum dijawab. Besok akan jadi pertandingan penting. Jadi, saya akan memberitahu para pemain mengenai yang terjadi ini,” tulis Honda di Twitter.
“Kalau dipikir-pikir, bukankah saya belum pernah mengatakan ini sebelumnya? Ini adalah cerita yang biasa terjadi sebelum pertandingan besar,” cuit eks penyerang Timnas Jepang itu.
Pengakuan Keisuke Honda itu dikatakan beberapa jam setelah para pemain Timnas Kamboja mendarat di Jakarta untuk melakoni laga tandang kontra Indonesia.
Skuad asuhan Honda dan Ryu Hirose itu memang baru tiba di Indonesia sekira pukul 22.15 WIB kemarin malam. Jadwal kedatangan ini terhitung molor dari jadwal yang sudah dirancang.
Sebab, jadwal penerbangan dari Kamboja sempat mengalami penundaan sebanyak tiga kali, sehingga Pasukan Angkor --julukan Timnas Kamboja-- urung melakukan sesi latihan di Indonesia.
Baca Juga: Kapten Timnas Indonesia Semringah Bakal Duet Bareng Jordi Amat di Piala AFF 2022
Sebelum menghadapi Timnas Indonesia, Kamboja sendiri punya modal yang berharga setelah sukses menumbangkan Filipina pada laga pertama Grup A Piala AFF 2022 saat tampil kandang.
Ketika menjamu Filipina pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Morodok Techno, Selasa (20/12/2022) malam, mereka sukses menang dengan skor 3-2.
[Muh Faiz Alfarizie]
Tag
Berita Terkait
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
Singapura Gunakan Teknologi Juara Piala Dunia DemI Jegal Timnas Indonesia
-
Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kembali ke Titik Nol: Saat Bisnis Tak Lagi Sekadar Mengejar Untung
-
Deadline Lewat! Proyek Jalan di Situbondo Sisakan Lubang Utang Rp931 Juta
-
Viral di Medsos, Wanita Asal Ciamis Diamankan Polisi Usai Diduga Unggah Konten Ajakan Demo
-
Bulog Perluas Penyaluran Beras Premium ke Ritel Modern, Jaga Ketersediaan Pasokan
-
Aturan Baru Pinjol, Data Nasabah Tidak Boleh Dijual dan Dibeli
-
Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing