Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Minggu, 20 September 2026 | 10:00 WIB
Petani menanam padi di area genangan Waduk Saradan, Madiun, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/YU]
Petani menanam padi di area genangan Waduk Saradan, Madiun, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/YU]
Kondisi Waduk Saradan yang mulai menyusut di Madiun, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/YU]

Suara.com - Petani menanam padi di area genangan Waduk Saradan, Madiun, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Penyusutan debit air di waduk itu dimanfaatkan oleh petani setempat untuk menanam padi sebagai sumber penghasilan tambahan.

Sebagian besar area genangan Waduk Saradan mengering akibat penyusutan debit air saat kemarau yang diperparah fenomena El Nino. Kondisi tersebut membuat lahan yang sebelumnya tergenang dapat dimanfaatkan warga untuk aktivitas pertanian.

BPBD Kabupaten Madiun sebelumnya memetakan Saradan sebagai salah satu wilayah yang mendapat perhatian selama kemarau 2026 karena memiliki kawasan hutan luas yang rentan karhutla. Pemantauan debit air juga dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

Waduk Saradan merupakan waduk tadah hujan sehingga ketinggian air biasanya kembali meningkat saat musim hujan. Saat debit menyusut, warga juga memanfaatkan area waduk untuk mencari ikan sebagai tambahan penghasilan. [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/YU]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com