Suara.com - Timnas Thailand menyoroti suporter Garuda yang akan mendukung Indonesia jika bertanding tandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Jumlah penonton puluhan ribu akan menjadi salah satu faktor yang merugikan Timnas Thailand secara mental.
Hal itu dikatakan Manajer Thailand, Nuanphan Lamsam.
Sehingga Madam Pang memberikan nasehat kepada para pemain Thailand agar berhati-hati saat melawan Timnas Indonesia.
"Pertemuan terakhir di final bisa kita atasi. Tapi, kami kembali bertemu di edisi kali ini akan sangat berbeda," ujar Madam pang dilansir dari laman SiamSport.
Dikutip dari Bolatimes, Madam Pang mengatakan bahwa ini adalah pertandingan tersulit di babak pertama.
"Bertanding di Indonesia tak pernah mudah. Ada tekanan dari kerugian. Suasana di stadion ini yang diperkirakan akan didukung oleh lebih dari 50.000 penggemar sepak bola di Indonesia," katanya.
Saat ini, Thailand berada di puncak klasemen sementara grup A Piala AFF 2022 dengan raihan enam poin. Timnas Indonesia menguntit di posisi kedua dengan poin sama. Hanya kalah selisih gol saja.
Thailand akan berhadapan dengan Timnas Indonesia pada hari ini (29/12/2022) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Pertandingan ini akan menjadi duel sengit kedua tim karena mereka sama-sama ingin lolos ke semifinal Piala AFF 2022 lebih cepat.
Baca Juga: Stadion Mulai Ramai, Suporter Timnas Indonesia Siap Teror Thailand di GBK
Tensi tinggi akan tersaji pada laga ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu
-
Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
-
Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T
-
Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink
-
Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris
-
Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh
-
30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996
-
3 Rekomendasi Peeling Pad Mengandung AHA BHA: Wajah Halus, Noda Hitam Tersamarkan
-
Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau