Al Sadd menawarkan proyek tak biasa kepada Xavi di mana dirinya akan bertangung jawab sebagai pemain dan pelatih serta turut jadi duta besar untuk Piala Dunia 2022.
3. Andres Iniesta: Barcelona ke Vissel Kobe (Jepang)
Perpisahan emosional lainnya datang untuk Barcelona pada puncak musim 2017-18, ketika Iniesta, tandem Xavi di lini tengah, mengumumkan dengan banjir air mata bahwa ia akan meninggalkan Camp Nou setelah mengabdi selama 22 tahun.
Tak lama setelah memenangkan gelar LaLiga kesembilannya, Iniesta meninggalkan Camp Nou untuk bergabung dengan klub J League, Vissel Kobe, yang dimiliki dan diketuai oleh miliarder Hiroshi Mikitani--CEO Rakuten, grup retail Jepang yang kebetulan mensponsori kaos Barca saat itu.
Iniesta segera bergabung dalam skuat Vissel Kobe dengan rekrutan terkenal lainnya seperti striker internasional Jerman Lukas Podolski, yang pindah dari klub Turki Galatasaray, sementara mantan rekan setimnya di Spanyol David Villa tiba pada musim berikutnya.
4. Daniele De Rossi: AS Roma ke Boca Juniors (Argentina)
Banyak pemain kaliber dunia melakukan langkah besar untuk berkarier dari Divisi Primera Argentina ke Serie A Italia. Tapi, alur terbalik justru dijalani oleh Daniel De ROssi.
Legenda Roma itu menandatangani kontrak jangka pendek dengan Boca Juniors pada 2019 setelah bermain 600 kali untuk Giallorossi.
Berusia 35 saat tiba di La Bombonera, gelandang pemenang Piala Dunia yang beruban itu hanya mengumpulkan tujuh penampilan untuk Boca sebelum pensiun tak lama setelah ulang tahunnya yang ke-36 untuk memulai karir kepelatihannya di Italia.
Baca Juga: Pilih Bergabung dengan Al Nassr, Cristiano Ronaldo Dinilai Mata Duitan
5. Roberto Carlos: Delhi Dynamos (India)
Selama rentang waktu 11 tahun dan lebih dari 400 pertandingan di Real Madrid pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, Roberto Carlos menempa reputasinya sebagai salah satu bek sayap dan spesialis bola mati terhebat di era modern.
Dua tahun yang layak di Fenerbahce diikuti sebelum tugas satu musim kembali ke rumah di Brasil dengan Corinthians membawanya hingga akhir musim 2010-11.
Carlos kemudian kembali ke Eropa pada usia 37 tahun, ketika dia bergabung dengan Anzhi Makhachkala untuk hanya bertahan selama satu musim sebelum mengakhiri karirnya di usia 39.
Namun, tak lama dari itu, Roberto Carlos secara mengejutkan memilih tampil di Liga India (Indian Super League) untuk mengikuti jejak pemain sezamannya, Del Piero, Nicolas Anelka, Robert Pires dan David Trezeguet.
Dia tercatat bermain sebagai pemain sekaligus pelatih untuk Delhi Dynamos pada 2015 dan cuma tampil sebanyak tiga kali untuk kemudian pensiun setelah klubnya tersingkir dari playoff ISL di babak semifinal.
Tag
Berita Terkait
-
Alasan Cristiano Ronaldo 'Menyerah', Tinggalkan Eropa untuk Gabung Al Nassr
-
3 Alasan Cristiano Ronaldo Bisa Bersinar dan Sukses di Al-Nassr
-
Dapat Bayaran Rp3,3 Triliun Per Tahun, Cristiano Ronaldo Resmi Bergabung Klub Asal Arab Saudi Al-Nassr
-
Resmi Bergabung di Al-Nassr dengan Gaji Fantastis, Begini Komentar Cristiano Ronaldo
-
Cristiano Ronaldo Resmi Bergabung dengan Al Nassr
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Ilmu Lagi Aje dari Gue! Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal
-
Praktik Sihir di Piala Dunia: Dulu Cristiano Ronaldo Kini Harry Kane Jadi Target
-
Lalui Perjalanan Darat 10 Bulan Sejauh 17 Ribu Km, Tiga Orang Ini Akhirnya Bisa Nonton Messi
-
Lionel Messi Sah Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria
-
Detik-detik Lionel Messi Gagal Eksekusi Penalti: Kegagalan ke-8 La Pulga
-
MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Perebutkan Gelar Juara di Kudus
-
Cara Elegan Lamine Yamal Bungkam Mulut Pengkritik, Masih Berani Nyinyir?
-
Tahan Uruguay, Pelatih Tanjung Verde: Ini Utang ke Timnas Kecil
-
Kata-kata Salah Bikin Timnas Mesir Cetak Rekor Piala Dunia 2026
-
Berpisah, Bangkok United Tak Perpanjang Kontrak Pratama Arhan