Suara.com - Ada kejadian langka dalam sepak bola wanita di Liga Portugal. Dalam laga itu, wasit mengeluarkan kartu putih, apa artinya?
Kartu putih ini dikeluarkan dari saku wasit saat memimpin pertandingan sepak bola wanita antara Benfica Women vs Sporting CP Women, Sabtu (21/1/2023), di Estadio Da Luz.
Wasit perempuan yang memimpin laga tersebut mengeluarkan kartu putih tepat di menit ke-45. Uniknya, kartu putih tersebut tak diberikan kepada pemain, melainkan kepada staf medis yang memberikan pertolongan ke pemain yang tengah mengalami kesakitan.
Keluarnya kartu putih tersebut dari kantong wasit membuat penonton yang memadati Estadio Da Luz pun bersorak dan memberikan tepuk tangan.
Dilansir dari laman The Sun, kartu putih yang keluar dari kantong wasit merupakan inisiatif baru di dunia sepak bola, terutama di Portugal.
Berbeda dengan kartu kuning dan kartu merah yang identik dengan hukuman, kartu putih justru untuk menunjukkan dan memuji sikap Fair Play di pertandingan.
Sedangkan dilansir dari laman Mensxp, kartu putih merupakan ide dari Michel Platini.
Ternyata, kartu putih ini dimaksudkannya untuk menghukum lawan.
Dalam bukunya, Parlons Football, Platini menyebutkan bahwa kartu putih akan memberikan kekuasaan lebih kepada wasit yang memimpin pertandingan.
Baca Juga: Momen Unik di Laga Braga vs Porto, Pemain Dorong Ambulans Mogok di Lapangan
Disebutkan bahwa wasit bisa memberikan kartu putih ke pemain yang memiliki sikap keterlaluan, sehingga pemain tersebut harus meninggalkan lapangan selama 10 menit.
Terlepas dari perbedaan akan maksud dari kartu putih ini, kehadiran kartu putih di tengah pertandingan merupakan langkah baru yang melahirkan banyak pro dan kontra.
Sama dengan penambahan waktu dan penambahan pergantian pemain, kartu putih menua reaksi beragam dari penikmat sepak bola.
Sebagian meyakini bahwa kartu putih tersebut tak berarti banyak dalam pertandingan jika untuk memuji sikap atau mengapresiasi sikap Fair Play.
Namun sebagian lainnya memuji hadirnya kartu putih sebagai bentuk apresiasi terhadap hal-hal non teknis yang terjadi di lapangan.
Kontributor: Felix Indra Jaya
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan