Suara.com - Berikut deretan pemain yang pernah berseragam Chelsea dan Arsenal seiring kepindahan gelandang berkebangsaan Italia, Jorginho, dari The Blues ke The Gunners.
Dua tim asal London, Chelsea dan Arsenal sejatinya merupakan dua rival abadi di kompetisi Liga Inggris atau Premier League.
Rivalitas atau persaingan kedua tim telah berlangsung cukup lama, mengingat keduanya terus bersaing memperebutkan gelar di kancah domestik.
Bahkan, rivalitas itu juga berlanjut di kancah Eropa, kala Chelsea dan Arsenal bertemu di final Liga Europa atau Europa League beberapa musim lalu.
Meski punya rivalitas panjang, kedua tim ternyata akur di luar lapangan, terutama dalam urusan transfer pemain.
Hal ini dibuktikan kala Arsenal memilih merekrut Jorginho dari Chelsea jelang penutupan bursa transfer musim dingin di Januari 2023 ini.
The Gunners, julukan Arsenal, yang membutuhkan gelandang baru, merekrut Jorginho dari Chelsea dengan harga 13 juta poundsterling (Rp239 miliar).
Chelsea pun sepakat dengan harga yang ditawarkan rivalnya itu, mengingat kontrak pemain berusia 31 tahun itu akan habis pada Juni 2023 mendatang.
Terlebih lagi, Chelsea harus melepaskan beberapa pemain di skuadnya agar menyeimbangkan neraca keuangan pasca belanja besar-besaran dalam enam bulan terakhir.
Baca Juga: Pencapaian Spesial, Ini 4 Milestone Newcastle United Usai Lolos ke Final Piala Liga Inggris
Kepindahan Jorginho dari Chelsea ke Arsenal ini pun tak ayal menambah panjang daftar pemain yang pernah membela dua klub tersebut.
Kira-kira, siapa saja pemain yang pernah membela Chelsea dan Arsenal sebelum Jorginho? Berikut Bolatimes.com sajikan daftarnya.
1. Pierre Emerick Aubameyang (Arsenal 2018-2022 & Chelsea 2022-sekarang)
2. Willian (Chelsea 2013-2020 & Arsenal 2020-2021)
3. David Luiz (Chelsea 2011-2014 & 2016-2019) (Arsenal 2019-2021)
4. Olivier Giroud (Arsenal 2016-2018 & Chelsea 2018-2021)
5. Petr Cech (Chelsea 2004-2015 & Arsenal 2015-2019)
6. Cesc Fabregas (Arsenal 2003-2011 & Chelsea 2014-2019)
7. William Gallas (Chelsea 2001-2006 & Arsenal 2006-2010)
8. Ashley Cole (Arsenal 1999-2006 & Chelsea 2006-2014)
9. Nicolas Anelka (Arsenal 1997-1999 & Chelsea 2008-2011)
10. Yossi Benayoun (Chelsea 2010-2013 & Arsenal 2011-2012)
11. Lassana Diarra (Chelsea 2005-2007 & Arsenal 2007-2008)
12. Emmanuel Petit (Arsenal 1997-2000 & Chelsea 2001-2004)
(Penulis: Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan