Suara.com - Pelatih Didier Deschamps telah menunjuk Kylian Mbappe sebagai kapten baru Timnas Prancis pasca pensiunnya kiper Hugo Lloris yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut.
Dilansir dari ESPN, Deschamps dikabarkan telah memberi tahu seluruh skuad Timnas Prancis tentang keputusannya tersebut pada Senin (21/3/2023).
Berbicara kepada media Prancis Telefoot, Deschamps memiliki alasan khusus memilih Kylian Mbappe yang masih berusia 24 tahun sebagai kapten, alih-alih pemain yang lebih senior.
"Kylian mencentang semua kotak [persyaratan[ untuk memiliki tanggung jawab ini. Di lapangan maupun di dalam skuat, dengan menjadi elemen kunci," kata Didier Deschamps.
Terpilihnya Mbappe sebagai kapten Prancis membuat Deschamps memberikan jabatan wakil kapten kepada Antoine Griezmann yang bulan ini berulang tahun ke-32.
"Kylian Mbappe adalah kapten Prancis yang baru. Antoine Griezmann adalah wakil kaptennya," terang Deschamps.
Mbappe, yang memiliki 66 caps dan 36 gol untuk Prancis, mengambil alih jabatan kapten dari Hugo Lloris yang pensiun dari sepak bola internasional setelah Piala Dunia 2022 di Qatar.
Menurut sumber, Deschamps berdiskusi dengan Mbappe pada Senin di Clairefontaine, pusat latihan tim Prancis.
Dia juga berbicara dengan Griezmann, yang merupakan kandidat lain untuk ban kapten, sebelum pilihan jatuh kepada striker andalan Paris Saint-Germain (PSG) tersebut.
Baca Juga: Lionel Messi Tak Berkutik, PSG Dipermalukan Rennes 0-2
Mbappe akan menjadi salah satu kapten termuda Prancis dan akan mengikuti jejak Lloris yang mempertahankan ban kapten selama 14 tahun dari 2008 hingga 2022.
Deschamps mengatakan selama konferensi persnya pada Senin (21/3/2023), bahwa kepemimpinan Mbappe telah meningkat sejak Piala Dunia.
Mbappe, yang pernah mengenakan ban kapten untuk Les Bleus sekali, di pertengahan pertandingan melawan Denmark pada September 2022 akan mengemban tugas besar itu secara penuh ketika Prancis menghadapi Belanda di Stade de France pada Jumat (24/3/2023).
Laga tersebut merupakan pertandingan kualifikasi untuk EURO 2024. Setelah Belanda, Prancis akan bertandang ke markas Irlandia di Dublin tiga hari berselang.
Tag
Berita Terkait
-
Marcus Rashford Absen Lawan Italia dan Ukraina, Lini Depan Inggris Terancam Mandul
-
Hugo Lloris Pensiun, Didier Deschamps Umumkan Kiper Utama Timnas Prancis yang Baru
-
Timnas Italia Minus Federico Chiesa dan Federico Dimarco di Pembukaan Kualifikasi Euro 2024
-
Cedera, Erling Haaland Absen Bela Norwegia pada Kualifikasi Euro 2024
-
Marcus Rashford Resmi Dicoret dari Timnas Inggris, Akal-akalan Erik ten Hag?
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim