- Perlu memahami undertone dan skintone kulit agar bedak padat dapat menyatu sempurna di wajah.
- Pengujian warna bedak wajib dilakukan pada area garis rahang guna menghindari perbedaan warna dengan leher.
- Pemilihan jenis bedak yang tepat menghasilkan riasan alami serta memberikan daya tutup sesuai kebutuhan harian.
Suara.com - Memilih bedak padat tidak cukup hanya berdasarkan warna yang terlihat menarik di kemasan. Cara memilih bedak padat sesuai warna kulit perlu mempertimbangkan warna kulit, undertone, serta hasil akhir yang diinginkan.
Pemilihan shade yang tepat dapat membuat complexion tampak lebih menyatu, sementara warna yang terlalu terang atau gelap justru bisa membuat wajah terlihat abu-abu atau belang.
Berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan sebelum membeli bedak padat.
1. Pahami Undertone Kulit
Sebelum menentukan warna (shade), ketahui terlebih dahulu undertone atau rona dasar kulit. Undertone bersifat permanen dan terbagi menjadi tiga kategori:
- Warm Undertone: Pembuluh darah di pergelangan tangan cenderung berwarna hijau. Kulit dengan warm undertone sangat cocok menggunakan bedak padat dengan sentuhan warna kuning langsat, kekuningan, atau gold/warm beige.
- Cool Undertone: Pembuluh darah berwarna kebiruan atau keunguan. Pilih bedak padat dengan sentuhan pink/cool beige agar wajah tampak lebih segar.
- Neutral Undertone: Campuran antara kebiruan dan kehijauan pada pembuluh darah. Anda bisa menggunakan warna netral seperti natural beige.
2. Sesuaikan Bedak dengan Skintone (Warna Permukaan Kulit)
Setelah mengetahui undertone, langkah selanjutnya adalah memadukannya dengan skintone atau tingkat kecerahan warna kulit.
- Kulit Cerah (Light/Fair): Gunakan shade ivory, porcelain, atau light beige agar memberikan efek mencerahkan tanpa terlihat berlebihan.
- Kulit Kuning Langsat atau Medium: Pilih warna natural beige, warm beige, atau sand. Warna-warna ini memberikan tampilan merata dan menyatu indah dengan rona kulit khas Indonesia.
- Kulit Sawo Matang atau Gelap (Deep/Tan): Pilihlah warna honey, caramel, atau bronze/toffee. Hindari warna yang terlalu terang agar kulit tidak tampak abu-abu atau ashy.
3. Uji Warna di Garis Rahang (Jawline)
Kesalahan paling umum adalah menguji warna bedak di punggung tangan. Warna kulit tangan dan wajah sering kali berbeda.
Cara terbaik adalah mengoleskan sedikit bedak padat pada area garis rahang (jawline) di bawah pencahayaan alami atau lampu terang. Shade yang paling cocok adalah yang menyatu secara konsisten antara kulit wajah dan leher.
4. Pertimbangkan Efek Oksidasi
Beberapa formula bedak padat dapat mengalami oksidasi, kondisi ketika warna bedak menjadi sedikit lebih gelap setelah bercampur dengan minyak alami wajah dan udara.
Jika produk pilihan Anda memiliki kecenderungan teroksidasi, pertimbangkan untuk memilih warna satu tingkat lebih terang (one shade lighter) dari warna asli kulit.
5. Pilih Jenis Bedak Padat yang Sesuai
Selain warna, perhatikan jenis bedak padat yang dipilih. Jika menginginkan riasan yang ringan untuk pemakaian harian, pilihlah pressed powder biasa.
Namun, jika menginginkan daya tutup (coverage) lebih tinggi untuk menyamarkan noda hitam, gunakan two way cake yang menggabungkan fungsi bedak dan foundation.
Dengan menerapkan panduan di atas, Anda dapat memilih bedak padat yang pas tanpa takut salah shade. Riasan wajah pun akan terlihat mulus, alami, dan memancarkan kecantikan terbaik Anda sepanjang hari.