Suara.com - Apakah Timnas Indonesia tetap bisa main di SEA Games 2023 jika sepak bola Indonesia kena banned FIFA? Pertanyaan ini muncul menyusul ancaman sanksi FIFA karena Indonesia dicoret dari tuan rumah Piala Dunia U-20.
Jika misalnya PSSI dijatuhi hukuman banned alias pembekuan dari FIFA, apakah Timnas Indonesia U-22 masih tetap bisa bermain di SEA Games 2023? Jawabannya ialah semuanya bergantung pada FIFA.
Pasalnya, saat Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA pada medio 2015 karena intervensi pemerintah, ketika itu FIFA tetap mengizinkan Indonesia untuk berpartisipasi di SEA Games 2015 yang berlangsung di Singapura.
“Komite Eksekutif FIFA mencatat bahwa Timnas Indonesia berkompetisi di SEA Games 2015 di Singapura. Dengan dasar yang luar biasa, meskipun di tengah sanksi, Komite Eksekutif FIFA memutuskan bahwa Timnas Indonesia boleh terus melanjutkan partisipasi di SEA Games hingga partisipasi mereka berakhir,” bunyi sepenggal kutipan surat dari FIFA, yang ditandatangani Sekjen FIFA pada 2015, Jerome Valcke.
Oleh sebab itu, maka kita masih harus menunggu bagaimana keputusan FIFA. Kalaupun PSSI dibekukan oleh FIFA, maka nasib Timnas Indonesia di SEA Games 2023 juga masih akan bergantung pada FIFA.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tengah berada di Eropa untuk menemui Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait potensi sanksi tersebut.
Pertemuan ini digelar supaya PSSI dan sepak bola Indonesia bisa terbebas dari sanksi FIFA setelah pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Kabarnya, fokus utama dari kepergian Erick Thohir menemui FIFA ini ialah agar PSSI tidak dijatuhi sanksi pembekuan. Ini menjadi target penting bagi Ketua Umum PSSI tersebut.
Selain itu, keputusan apakah nantinya Indonesia akan mendapatkan sanksi banned dari FIFA atau tidak akan diumumkan dalam waktu dekat. Kemungkinan besar, pengumumannya akan disampaikan pada Kamis (6/4/2023) malam.
Baca Juga: Target Emas SEA Games, Indra Sjafri: yang Penting Timnas Indonesia Lolos Fase Grup Dulu
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kasat Narkoba Tangsel Terseret Kasus Narkoba, Dua Polisi Diproses Pidana
-
Sayembara Cocok untuk Buronan Kakap, Jangan Berlakukan Bagi Begal dan Copet
-
Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan
-
Review The War of the Worlds: Kisah Invasi Alien yang Sarat Kritik Sosial
-
Sinergi Kemensos & Kemendukbangga/BKKBN Bakal Hadirkan Layanan Penguatan Mental Murid Sekolah Rakyat
-
Paradoks Transportasi Jakarta: Penumpang Naik Pesat, Kenapa Macet Makin Parah?
-
Tanpa Gejala, Tapi Bisa Bikin Buta Permanen: Begini Cara Kerja Glaukoma
-
Sempat Ditangkap, Bandar Narkoba di Siak Kabur dengan Tangan Diborgol
-
Stuart Fails to Save the Universe: Suguhkan Aksi Antardimensi yang Kocak!
-
Fenomena Gunung Es HIV di Malang: Mulai dari Ibu Hamil hingga Anak yang Tertular