Suara.com - Gelandang Wahyudi Hamisi membeberkan alasan dirinya berlabuh ke PSS Sleman dari Borneo FC pada bursa transfer kali ini untuk mengarungi kompetisi Liga 1 Indonesia 2023/24.
Dikutip dari situs resmi klub, Kamis (11/5/2023), Wahyudi mengatakan sebelumnya ia dengan pihak PSS Sleman telah menjalin komunikasi intens soal kepindahan ini.
"PSS sejak awal lebih intens melakukan komunikasi dengan saya. Kemudian, ada panutan saya bermain di sini, yakni Jonathan Bustos. Selain itu saya juga sering bermain dengannya," jelas Wahyudi.
Wahyudi menambahkan keseriusan manajemen PSS melakukan komunikasi serta pendekatan untuk bekerjasama menjadi nilai positif bagi dirinya sehingga ia mantap memilih untuk bergabung dengan skuad asuhan Marian Mihail.
Selain itu, pemain kelahiran Kotamobagu, Sulawesi Utara tersebut menjelaskan suasana di Kota Sleman menjadi salah satu alasan berlabuh ke PSS.
"Memilih bermain di Sleman karena ada banyak teman disini. Suasana kotanya juga bagus dan itu menjadi alasan saya bergabung bersama PSS," ungkap Wahyudi.
"Semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk PSS nantinya. Tidak sabar bermain di stadion Maguwoharjo dan di depan dukungan para suporter yang tentu akan ditunggu," katanya.
Pemain bernama lengkap Wahyudi Setiawan Hamisi itu tercatat mengawali karier junior serta profesionalnya bersama Borneo FC dan mencatatkan debutnya bersama tim utama pada 2016.
Membela Borneo FC selama kurang lebih tujuh tahun, Wahyudi tercatat telah tampil sebanyak 101 pertandingan dan mampu menyumbangkan dua gol serta tiga assist dari total 5.411 menit bermain di berbagai ajang.
Baca Juga: Kurnia Meiga Jual Semua Atribut Sepak Bola Miliknya, Pelatih Arema FC Prihatin
Pada kompetisi Liga 1 Indonesia musim lalu, pemain kelahiran 28 Juli 1997 itu tercatat menorehkan 11 penampilan dengan total 506 menit bermain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Manchester United Siapkan Rp2 Triliun Kejar Tanda Tangan Gelandang Dortmund
-
Kimmich Soroti Kesalahan Fatal Jerman usai Dikalahkan Ekuador di Piala Dunia 2026
-
Arema FC Pertahankan Adi Satryo dan Gianluca, Siapkan Empat Kiper untuk Super League 2026/2027
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar
-
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Juara Grup, Pantai Gading Cetak Sejarah
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?