Suara.com - Arak-arakan Timnas Indonesia bikin macet di sebagian ruas jalan Jakarta. Para pekerja yang berkantor di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Jederal Sudirman harus menikmati Jumpat pagi yang cerah dengan kemacetan parah. Kenapa arak-arakan Timnas Indonesia tidak digelar Minggu saja saat hari libur?
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga mengatakan para pemain Timnas Indonesia sudah harus pulang ke daerah masing-masing pada Jumat sore. Sehingga arak-arakan Timnas Indonesia digelar saat hari kerja, Jumat pagi ini.
"Pemain-pemain ini semua sudah harus pulang hari Sabtu atau Jumat sore ke kampung halamannya masing-masing. Seperti kita ketahui, mereka ini sudah satu setengah bulan tidak pulang," jelas Arya.
"Bahkan Idul Fitri kemarin pun mereka ikut TC jadi tidak pulang. Jadi mereka kita sudah janjikan jauh-jauh hari bahwa setelah pulang dari Kamboja mereka akan langsung pulang. Makanya kita buat acaranya ini hari Jumat," pungkasnya.
PSSI pun minta maaf atas kemacetan lalu lintas di Jakarta.
Seperti diketahui, PSSI berencana menggelar arak-arakan untuk Timnas Indonesia U-22 yang sukses mendapat medali emas SEA Games 2023. Konvoi rencananya berlangsung, Jumat (19/5/2023) pagi.
Rute yang akan dilalui Rizky Ridho dan kawan-kawan adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta ke Bundaran Hotel Indonesia (HI), lalu kembali ke titik awal.
Adapun jalur yang dilalui rombongan Garuda Muda terbilang sibuk di jam-jam tersebut. Oleh karena itu, ada potensi masyarakat terganggu mobilitasnya terutama bagi mereka yang ingin bekerja.
Araka-arakan juara SEA Games 2023 sudah digelar, Jumat (19/5/2023) pagi WIB. Sebanyak 14 cabang olahraga (cabor) yang mendapat prestasi ikut pawai ini.
Baca Juga: Timnas Argentina Bakal Kunjungi Indonesia, Lionel Messi dkk Diharapkan Nikmati Momen
Arak-arakan dimulai dari depan Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Menteri Dito Ariotedjo.
Namun, untuk Timnas Indonesia U-22 tidak ikut dalam acara tersebut. Tim asuhan Indra Sjafri beserta rombongan menunggu di sepan gedung Kemenpora.
"Bapak Erick Thohir (ketum PSS) mengatakan di depan sudah menunggu tim bola, karena ternyata massa sudah mem-blok. Kalau turun bisa chaos. Jadi kita bersama-sama dengan cabor yang hadir akan menyapa masyarakat Indonesia," kata Dito saat memberikan sambutan.
Adapun Rizky Ridho dan kawan-kawan menaiki bus Trans Jakarta atap terbuka. Ini berbeda dengan cabor lainnya yang menaiki Bandros alias Bandung Bus On Tur.
Kelihatan beberapa cabor meramaikan arak-arakan yaitu basket, E-Sports, Tenis, Akuatik dan lain-lain. Mereka adalah yang meraih medali.
Arak-arakan atau Kirab Juara Kontingen Indonesia pasca SEA Games 2023 akan menuju jalan Jenderal Gatot Subroto, Jenderal Sudirman, Bundaran Hotel Indonesia, jalan Jenderal Sudirman dan berakhir di SUGBK.
Massa pun memang sangat antusias menyambut para pahlawan olahraga nasional. Pantauan Suara.com, sejak pagi pukul 07.00 WIB mereka sudah padati kawasan Senayan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan