Suara.com - Ada pendapat jika banyaknya pemain Eropa merapat ke liga Arab Saudi bukan karena Cristiano Ronaldo. Justru karena Karim Benzema, sepak bola Muslim asal Prancis dan eks Real Madrid.
Hal itu dikatakan Manajer FSV Mainz 05, Bo Svensson.
Kepindahan pemain bintang asal Prancis tersebut ke klub Al-Ittihad telah menciptakan dampak besar di dunia sepak bola, terutama di Jerman dan Eropa.
Dalam wawancara dengan Goal.com pada Selasa (1/8/2023), Bo Svensson mengakui bahwa tren kepindahan bintang-bintang sepak bola top ke Liga Pro Saudi merupakan ancaman serius bagi sepak bola di Jerman dan Eropa secara keseluruhan.
"Bagi saya, transfer yang benar-benar menarik pemain top ke Arab Saudi bukanlah Ronaldo di usia 38, tetapi Benzema, yang baru saja bermain di semifinal Liga Champions. Ini bisa menjadi pintu masuk bagi pemain lain untuk mengikuti jejaknya," kata dia dikutip dari Goal.
Keputusan Karim Benzema untuk meninggalkan Real Madrid setelah 14 tahun sukses dan melanjutkan karier di Al-Ittihad telah menjadi titik balik dalam upaya Arab Saudi untuk menarik sepuluh pemain terkenal ke liga domestik mereka.
Negara ini berusaha meningkatkan kualitas liga mereka secara keseluruhan, seiring dengan ambisinya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.
Liga Pro Saudi telah menjadi sorotan utama dalam jendela transfer musim panas, dengan banyak bintang sepak bola terkenal yang memutuskan untuk bergabung dengan klub-klub di sana.
Beberapa nama yang mencuat adalah Riyad Mahrez, Allan Saint-Maximin, Edouard Mendy, dan N'Golo Kante.
Tidak hanya itu, ada juga dugaan bahwa Sadio Mane dapat menjadi bintang besar berikutnya yang akan bergabung dengan Al Nassr.
Perkembangan Liga Pro Saudi ini menunjukkan bahwa sepak bola di negara-negara Timur Tengah semakin menarik perhatian pemain-pemain kelas dunia.
Gaji yang menggiurkan dan proyek ambisius untuk meningkatkan standar sepak bola menjadi faktor penarik utama bagi para pemain.
Bo Svensson juga mencatat bahwa jumlah uang yang tersedia untuk klub-klub di Liga Pro Saudi telah melampaui bahkan Liga Premier.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi klub-klub Eropa untuk mempertahankan pemain-pemain andalannya dari godaan finansial tersebut.
Dalam hal ini, liga-liga Eropa, termasuk Bundesliga Jerman, perlu melakukan evaluasi dan strategi agar tetap kompetitif dalam mempertahankan pemain-pemain top mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Jay Idzes Dkk Sukses Tahan Imbang Juventus, Fabio Grosso: Keberanian Kami Dibayar Lunas
-
Final Piala Liga Inggris, Arsenal vs Manchester City: Adu Taktik Arteta Lawan Guardiola
-
Eliano Reijnders Siap Sikut Rekan Sendiri Demi Masuk Starting XI Timnas Indonesia
-
Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Elkan Baggott Duet dengan Jay Idzes?
-
Kabar Buruk dari Jerman! Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Cedera Lutut
-
Juventus Tak Mampu Kalahkan Jay Idzes Cs, Begini Luapan Kekecewaan Spalletti
-
Babak Baru Skandal Dean James, Breda Seret Nama Maarten Paes
-
Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
-
Pimpin Klasemen, Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Jumawa
-
Hasil Liga Italia: Jay Idzes Tampil Penuh, Sassuolo Imbangi Juventus