Suara.com - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Zainudin Amali memberi masukan kepada pelatih Bima Sakti terkait performa Timnas Indonesia U-17 di dua laga uji coba.
Menurut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu, Timnas Indonesia U-17 harus melakukan banyak perbaikan pasca dibungkam Barcelona Juvenil A dan Kashima Antlers.
Sebagai informasi, Timnas Indonesia U-17 yang menggunakan nama Garuda United U-17, kalah 0-3 dari Barcelona Juvenil A sebelum kena comeback 2-3 dari Kashima Antlers dalam laga uji coba di Bali pekan lalu.
“Banyak hal yg harus dibenahi (dari dua laga uji coba),” kata Zainudin Amali kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Senin (7/8/2023).
Amali menuturkan dia telah berkomunikasi dengan Indra Sjafri, Bima Sakti hingga konsultan Timnas Indonesia U-17 Frank Wormuth terkait evaluasi Timnas Indonesia U-17.
“Tadi sempat diskusi, saya mendampingi ketua umum dengan coach Indra Sjafri dan konsultan teknik Frank, dia sudah memaparkan beberapa hal yang perlu dibenahi,” kata Amali.
Pasca dua laga uji coba, Bima Sakti disebut akan kembali melakukan seleksi pemain guna menemukan skuad terbaik untuk Timnas Indonesia U-17 proyeksi Piala Dunia U-17 2023.
Pemain yang tersisa di dalam skuad akan digabungkan dengan 42 pemain hasil seleksi dari 12 kota dari Bandung, Palembang, Gianyar, Jakarta, Tangerang, Samarinda, Solo, Banjarmasin, Medan, Surabaya, Manado dan Makassar.
Para pemain ini akan kembali dilihat perkembangannya sebelum sekitar 30 nama dipilih untuk mengikuti pemusatan latihan di Jerman pada September hingga Oktober mendatang.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Kalah Lagi, Erick Thohir Ngamuk Pecat Bima Sakti, Benarkah?
“Jadi sekarang kan sudah selesai mereka. Kita akan seleksi lagi, mengecilkan (skuad) lagi. Kan dari skuad yang ada kemudian tambahan 42 pemain dari seleksi 12 kota, dan ini semakin mengerucut sehingga nanti ujungnya yang dibawa ke Jerman itu tinggal sekitar 30-an pemain,” jelas Amali.
Berita Terkait
-
Silverio Kena Sanksi dari Komdis PSSI, Borneo FC Sayangkan Satu Hal Ini
-
Erick Thohir: FIFA Sudah Sepakati 4 Venue Piala Dunia U-17 2023
-
PSSI Sempat Rilis Pemain untuk Timnas Indonesia di Piala AFF U-23 2023, Ada 2 Nama yang Disanksi AFC Masuk Daftar
-
Sejarah Sepak Bola Indonesia: Jaman Penjajahan, Terbentuknya PSSI hingga Liga 1
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan