Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, merasa Asnawi Mangkualam sudah layak tampil di kompetisi top level Korea Selatan alias K League. Pelatih 52 tahun itu menyebut kemampuan sang pemain terus meningkat.
seperti diketahui, Asnawi Mangkualam kini membela Jeonnam Dragons yang berkompetisi di kasta kedua Liga Korea Selatan alias K League 2. Shin Tae-yong adalah orang yang berjasa mengorbitkan eks PSM Makassar itu ke Korsel.
Sebelum berbaju Jeonnam Dragons, Asnawi Mangkualam membela Ansan Greeners. Kemampuannya yang terus berkembang diakui Shin Tae-yong sudah layak naik kelas.
"Menurut saya, Asnawi cukup bisa untuk bermain di Liga 1 Korea karena dia punya kemampuan yang baik juga," kata Shin Tae-yong di Lapangan A Senayan, Jakarta, Kamis (11/8/2023).
Selain punya kemampuan yang baik, Shin Tae-yong menyebut adaptasi Asnawi Mangkualam sangat bagus. Terlebih, menurut pelatih 52 tahun tersebut kompetisi di Korea Selatan cukup keras.
"Apalagi sudah beradaptasi di Korea dan performanya semakin meningkat," sambung eks juru formasi Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut.
Asnawi Mangkualam memang salah satu abroad terbaik yang dimiliki Timnas Indonesia saat ini. Berkat keahliannya, ia terus mendapat kepercayaan di Jeonnam Dragons.
Penampilannya pemain 23 tahun itu di Timnas Indonesia pun sangat konsisten. Bahkan, Asnawi Mangkualam sempat disorot karena aksinya yang membuat wonderkid Manchester United Alejandro Garnacho tak berkutik ketika skuad Garuda melawan Argentina.
Baca Juga: Shin Tae-yong: Timnas Indonesia U-23 Baru Bisa Berlatih Normal di Thailand
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan