Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-17 dan konsultan Timnas Frank Wormuth mulai berduet. Mereka berdiskusi kriteria pemain yang akan masuk jajaran Timnas Indonesia U-17.
Bima Sakti menjelaskan sudah sering berdiskusi dengan Frank Wormuth mengenai para pemain di skuat asuhannya.
"Kami sudah komunikasi dengan coach Frank," kata Bima di lapangan latihan A Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa kemarin.
Bima Sakti mengatakan dia lebih dulu lihat mental calon pemain. Mereka harus bisa berkomunikasi.
"Yang paling pertama kami melihat mental mereka dulu. Mental mereka bagaimana mereka berkomunikasi, bagaimana mereka bereaksi, kemudian attitude mereka di lapangan, bagaimana saat bertahan maupun menyerang," kata Bima Sakti.
Selain itu, mereka ingin melihat teknik bermain para pemain.
"Kemudian kita melihat teknik mereka, melihat kecepatan mereka," lanjut mantan pemain PSSI Primavera itu.
Setelah memimpin latihan bersama yang diikuti sebanyak 50 orang pemain timnas U-17 hasil seleksi tersebut, Bima mendapati bahwa sebagian besar para pemain hasil seleksi tersebut masih belum memiliki kekuatan fisik dan stamina yang dibutuhkan untuk menjalani pertandingan.
Oleh karena itu, ia masih akan melakukan sejumlah evaluasi terhadap mereka.
Baca Juga: 4 Syarat Pemain yang Dibutuhkan Bima Sakti untuk Timnas Indonesia U-17, Skill Bagus Saja Tak Cukup
Untuk saat ini, Bima menyatakan bahwa pihaknya masih mencari sosok pemain yang dapat menjadi penyerang utama, pemain sayap kanan, dan pemain sayap kiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar