Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dipastikan bakal menurunkan pemain terbaik saat memghadapi Brunei Darussalam dalam dua laga play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 12 dan 17 Oktober 2023.
Asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto menjelaskan bahwa Shin Tae-yong bakal memanggil seluruh pemain abroad yang tersedia untuk event penting ini.
Dari mulai Pratama Arhan hingga Shayne Pattynama diharapkan bisa memperkuat Timnas Indonesia demi misi menghancurkan Brunei Darussalam dan melangkah ke putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pasukan Shin Tae-yong itu akan mulai mempersiapkan diri pada 9 Oktober sebelum menjamu Brunei Darussalam di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, tiga hari setelahnya.
Lima hari berselang, Timnas Indonesia akan bertandang ke markas Brunei Darussalam.
"Semua pemain terbaik akan dipanggil. Jadi ditunggu ya," kata Nova saat dihubungi awal media.
Lebih lanjut, Nova menyebut tak akan ada banyak perubahan di dalam skuad Timnas Indonesia untuk hadapi Brunei Darussalam. Itu berarti kemungkinan tak ada wajah baru dipanggil Shin Tae-yong.
"Jadi masih pemain-pemain yang bisa dipanggil head coach ke timnas Indonesia," jelas mantan pemain Persib Bandung itu.
Timnas Indonesia sejauh ini memiliki 10 pemain abroad yang kemungkinan bakal dipanggil semuanya. Mereka adalah Jordi Amat, Saddil Ramdani, Asnawi Mangkualam, dan Pratama Arhan.
Baca Juga: 3 Pelatih Timnas Indonesia di Semua Level saat Ini, Indra Sjafri Punya Tugas Baru
Kemudian ada lagi Ivar Jenner, Rafael Struick, Elkan Baggott, Sandy Walsh, Marselino Ferdinan, dan Shayne Pattynama. Mereka semua akan digabungkan dengan pemain-pemain terbaik yang berkompetisi di Tanah Air.
Andai bisa mengalahkan Brunei Darussalam, Timnas Indonesia akan melangkah ke babak selanjutnya kualifilakasi Piala Dunia 2026. Skuad Garuda akan bergabung di Grup F bersama Irak, Vietnam, dan Filipina.
Tag
Berita Terkait
-
Alasan Shin Tae-yong Tak Gelar TC Panjang Jelang Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam
-
Pratama Arhan Dihina Miskin, Asnawi Mangkualam 'Serang' Balik Marshella Aprillia
-
Jay Idzes Bisa Bikin Shin Tae-yong Kebingungan Jelang Timnas Indonesia Tampil di Piala Asia 2023
-
Timnas Indonesia dan Vietnam Kompak Gagal di Asian Games 2022, Indra Sjafri dan Hoang Anh Tuan Dapat Tugas Baru
-
Fakta Timnas Indonesia vs Brunei di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Pertarungan David vs Goliath
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan