Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong gagal menurunkan playmaker Marselino Ferdinan melawan Brunei Darussalam karena cedera yang dideritanya. Demi kesehatan, juru taktik asal Korea Selatan itu tidak masalah Marselino absen.
Timnas Indonesia sebelumnya sukses mengalahkan Brunei Darussalam 6-0 dalam laga kandang leg pertama putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (14/10/2023) lalu.
Di laga itu, Marselino Ferdinan tidak dimainkan.
Nah, sempat ada rencana gelandang 19 tahun yang merumput di Belgia bersama klub KMSK Deinze itu bakal dimainkan pada leg kedua di markas Brunei, 17 Oktober nanti.
Namun, ternyata kondisi Marselino masih belum memungkinkan. Karena cedera hamstring tersebut, eks wonderkid Persebaya Surabaya itu harus ditinggal di Jakarta dan tak dibawa skuad Garuda dalam lawatan ke Brunei.
Shin Tae-yong memahami hal itu. Bagi pelatih 53 tahun itu, kondisi alias kesehatan pemain adalah yang utama. Karena itu, Marselino diberi lampu hijau untuk melanjutkan proses pemulihan cedera di Jakarta.
"Dia masih cedera. Tak apa Marselino absen, untuk menjaga kondisi pemain yang bersangkutan. Itu yang terpenting. Saya tidak membawanya (dalam lawatan ke Brunei)," kata Shin Tae-yong dalam keterangannya, Sabtu (14/10/2023).
Namun, dua pemain lainnya, yakni fullback Edo Febriansyah dan striker Rafael Struick tetap dibawa dalam lawatan ke Brunei karena cederanya lebih ringan. Keduanya amat mungkin bisa dimainkan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dalam pertandingan nanti.
Dengan absennya Marselino, otomatis hanya ada 25 pemain dalam skuad Timnas Indonesia yang akan melawan tuan rumah Brunei pada 17 Oktober nanti. Namun, hal tersebut rasanya bukan masalah besar untuk Timnas Indonesia.
Baca Juga: Tak Dibawa, Marselino Ferdinan Absen Bela Timnas Indonesia Hadapi Brunei di Leg Kedua
Pasalnya, skuad Garuda sudah unggul 6-0 di leg pertama yang digelar di Jakarta.
Nantinya, jika lolos ke putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia akan tergabung di Grup F. Sudah menanti tiga tim kuat dalam grup itu yakni Irak, Vietnam, dan Filipina.
Berita Terkait
-
Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok
-
Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
-
Curang! John Herdman Usir Pelatih Vietnam Intip Pemanasan Timnas Indonesia
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci
-
Hujan Deras Tak Surutkan Militansi Suporter Garuda, Pakansari Membara Jelang Indonesia vs Vietnam
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan