Suara.com - PSMS Medan mengagendakan laga uji coba dengan sejumlah tim sebagai upaya mematangkan persiapan menghadapi bergulirnya putaran kedua Liga 2 musim 2023/2024.
"Pasti ada uji coba, tapi saya masih menyiapkan ke internal kami dulu supaya nanti ketika uji coba sudah maksimal dan sesuai dengan target kita. Kurang lebih satu atau dua kali kita uji coba," kata pelatih PSMS, Miftahudin Mukson seperti dimuat Antara, Selasa (31/10).
Ia mengatakan berbagai persiapan terus dimatangkan untuk menghadapi putaran kedua Liga 2 termasuk pemantapan kondisi fisik pemain, taktik hingga evaluasi performa tim.
"Kami masih melihat perkembangan kondisi fisik, juga ada taktik, evaluasi tiga laga sebelumnya. Ini sudah di fase in-season memang, tapi kami masih ada waktu jeda yang lumayan panjang dan ini keuntungan bagi kami," katanya.
Selain menggeber persiapan jelang paruh kedua Liga 2 2023/2024, tim berjuluk Ayam Kinantan itu telah mencoret sejumlah pemain yang dinilai kurang sesuai kebutuhan tim.
Sebagai pengganti didatangkan sejumlah pemain, di antaranya Guntur Triaji serta beberapa pemain lain untuk beberapa posisi.
Menurut Miftahudin, mendatangkan pemain baru dilakukan demi meraih hasil sesuai harapan manajemen PSMS Medan.
"Yang jelas posisi yang vital, attacking, terutama striker, midfielder, dan center pertahanan kita. Ada beberapa pemain baru yang akan datang dan mungkin butuh proses adaptasi. Mudah-mudahan dengan sisa waktu yang ada, pemain baru bisa cepat beradaptasi dengan game plan yang kita siapkan," ungkapnya.
Soal nama pemain yang akan bergabung, Miftahudin menyerahkan kewenangan untuk mengumumkannya kepada manajemen PSMS.
Baca Juga: Enggan Salahkan Suporter, PSMS Medan Ikhlas Terima Denda dari Komdis PSSI
Dia hanya menyebut, beberapa pemain akan segera bergabung dengan tim The Killer, julukan lain PSMS Medan
"Jumlah pemain berapa, kita nunggu rilis resmi saja. Sepertinya sudah ada beberapa yang dalam perjalanan, sudah ada yang bergabung. Nanti resminya manajemen yang mengumumkan," pungkas coach Miftah.
Berita Terkait
-
Soekarno Cup 2026: Dari Lapangan Usia Muda ke Liga Profesional, Ini Skema Besarnya
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
-
Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik