Suara.com - Indonesia telah menyelesaikan persiapan Piala Dunia U-17 2023 dengan sempurna. Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung mulai 10 November hingga 2 Desember 2023.
Ratu Tisha, Wakil Ketua Umum PSSI, mengungkapkan tekad serius Indonesia dalam menyelenggarakan ajang bergengsi ini. Dia menyatakan bahwa persiapan di keempat stadion telah mencapai tingkat kesempurnaan.
"Karena pertama adalah target penonton dulu. Kami omongin kemeriahan dulu. Jadi, FIFA punya KPI," ucap Ratu Tisha di Jakarta.
Dalam usianya yang menginjak 37 tahun, Ratu Tisha sangat berharap bahwa Piala Dunia U-17 akan disambut dengan hangat oleh penonton yang akan berbondong-bondong datang ke stadion.
Kehadiran penonton menjadi elemen penting yang akan dinilai oleh FIFA.
"FIFA menargetkan rata-rata penonton di atas 10 ribu orang per pertandingan, tanpa memperhitungkan kapasitas stadion. Jadi, kami harus mencapai angka itu atau bahkan lebih tinggi," tambahnya.
Piala Dunia U-17 ini akan diselenggarakan di empat stadion di Indonesia, yaitu Jakarta International Stadium (JIS), Stadion Si Jalak Harupat, Stadion Manahan, dan Stadion Gelora Bung Tomo.
Laga pembuka kompetisi ini akan digelar di Stadion GBT, di mana Timnas Indonesia U-17 akan berhadapan dengan Ekuador pada Jumat, 10 November 2023.
Sementara itu, pertandingan penutup akan berlangsung di Stadion Manahan pada 2 Desember 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya
-
Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati
-
Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia
-
Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi
-
Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35
-
Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?
-
Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi