Suara.com - Terungkap penyebab utama Emil Audero Mulyadi tak kunjung diproses naturalisasi oleh PSSI, Hasani Abdulgani selaku mantan anggota Exco PSSI akhirnya buka suara.
Emil Audero Mulyadi digadang-gadang sebagai pemain masa depan Timnas Indonesia, itulah harapan sejumlah masyarakat Tanah Air.
Sayangnya harapan itu tak berbanding lurus dengan fakta yang terjadi di lapangan, bahwa Emil Audero Mulyadi masih enggan memikirkan itu.
Kiper asal Italia keturunan Indonesia ini masih fokus dengan tujuan utamanya bermain untuk Gli Azzurri atau Si Biru Langit.
Entah apa yang menjadi motivasi kiper yang saat ini masih berusia 26 tahun itu mengejar mimpinya itu, yang pasti itulah kenyataannya.
Kualitas seorang Emil tak perlu diragukan lagi, kemampuannya membuat Inter MIlan memutuskan untuk meminjamnya dari Sampdoria hingga akhir musim 2023-2024.
Emil bukan tidak dilirik Timnas Italia, ia sebelumnya pernah memperkuat timnas kelompok umur mulai U-15 hingga U-21.
Meski begitu sosoknya di skuad senior Timnas Italia masih kalah saing dengan kiper Paris Saint-Germain (PSG), Gianluigi Donnarumma.
Itulah salah satu alasan mengapa Emil tak kunjung dinaturalisasi layaknya Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama hingga Justin Hubner.
Senada dengan alasan itu, Hasani Abdulgani mengaku Emil masih sangat keberatan jika harus berpaling ke Timnas Indonesia.
Karena Emil masih mengharap dipanggil Timnas Italia, begitulah kenyataan yang terjadi yang diungkap Hasani Abdulgani.
"Emil Audero adalah pemain elit," ucap Hasani Abdulgani seperti dikutip dari kanal YouTube Hasani's Corner, Minggu (3/11/2023).
"Dia sangat menginginkan (kalau dari berita-berita yang saya kutip) menjadi pemain Timnas Italia.''
"Makanya kalau kami goda ‘ayo bela Indonesia’, dia seperti masih keberatan karena masih mengharap dipanggil oleh Timnas Italia," imbuhnya.
Meski begitu Hasani memastikan jika PSSI sampai saat ini tetap dan masih mencoba merayu Emil agar mau berpindah kewarganegaraan dan bermain di Timnas Indonesia.
Berita Terkait
-
Makin Dekat Bela Timnas Indonesia, Ini Respons Jay Idzes dan Nathan Tjeo-A-On
-
Media Vietnam Soroti Taktik Shin Tae-yong Jelang Timnas Indonesia Lawan The Golden Star di Piala Asia 2023
-
Media Vietnam Soroti 'Strategi Spesial' Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2023
-
Asnawi Mangkualam Jadi Sorotan, Dipeluk Mesra Sarah Ahmad di Tengah Isu Perselingkuhan
-
Lawan Timnas Indonesia Bukan Ecek-ecek, Libya Belum Kalah di 5 Pertandingan Terakhir
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan