Suara.com - Tak ada perwakilan Bali United di skuad Timnas Indonesia yang dipersiapkan untuk Piala Asia 2023 Qatar. Tak ada pemainnya yang dipanggil, pelatih Bali United, Teco tak ambil pusing.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kini tengah memimpin training camp (TC) alias pemusatan latihan skuad Garuda di Turki. TC ini diikuti 28 pemain sebelum nantinya skuad Garuda tampil di Piala Asia 2023 pada Januari 2024 nanti.
Setelah Borneo FC sempat mengutarakan kekecewaan karena duo andalannya, Stefano Lilipaly dan Nadeo Argawinata tak dipanggil Timnas Indonesia untuk TC ini, Teco dari Bali United punya respons berbeda setelah tak ada satu pun dari klub yang diboyong Shin Tae-yong ke Turki.
Teco enggan ikut campur soal pemilihan skuad oleh Shin Tae-yong ini. Ia justru membela Shin Tae-yong sebagai rekan seprofesi.
Meski Bali United sedang bagus di kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 di peringkat kedua klasemen sementara, Teco memandang wajar apabila tak ada pemainnya yang masuk ke timnas.
Teco menyadari bahwa setiap juru taktik punya karakteristik tersendiri. Tak ada yang salah ketika pemain Bali United tak dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala Asia 2023 nanti.
"Keputusan murni pilihan dari pelatih Timnas Indonesia. Pasti Shin Tae-yong mau yang terbaik buat tim yang dia latih. Tak ada kekecewaan (pemain Bali United tak ada yang dipanggil), saya doakan semoga timnas (Indonesia) punya prestasi," kata Teco dilansir dari laman klub, Jumat (22/12).
Di skuad Bali United musim ini, sebenarnya ada beberapa pemain yang sebelumnya sempat dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia.
Sebut saja winger Irfan Jaya, gelandang serang Kadek Agung, hingga bek sayap Made Andhika.
Baca Juga: Cuma Latihan Ringan, Timnas Indonesia Tetap Antusias Awali TC Turki Jelang Piala Asia 2023
Dari tim Bali United, hanya I Kadek Arel Priyatna yang sibuk bersama tim nasional. Ia dipanggil pelatih Indra Sjafri untuk gabung Timnas Indonesia U-20 pada pemusatan latihan di Qatar.
Tag
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Layak Kalah dari Vietnam, John Herdman Dituding Arogan!
-
Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026
-
Dear Suporter Garuda! Rizky Ridho Kirim Pesan Tegas Usai Kekalahan Memalukan Indonesia
-
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF 2026: Garuda di Ujung Tanduk!
-
Diejek Justin Hubner, Pemain Vietnam Ngamuk-ngamuk: Gak Usah Banyak Bacot!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan