Suara.com - Gelandang FC Utrecht, Ivar Jenner punya peluang besar untuk bergabung ke timnas Indonesia U-23. Hal ini berkat rival di Piala Asia U-23 2024, yakni Irak.
Sama seperti timnas Indonesia U-23, Irak akan mentas di Piala Asia U-23 2024. Akan tetapi, kedua tim ini tidak menjadi rival langsung di fase grup.
Pasalnya Garuda Muda tergabung di Grup A melawan tuan rumah Qatar, Australia, serta Yordania. Sedangkan Irak ada di Grup C bersama Arab Saudi, Thailand, dan Tajikistan.
Menyambut ajang ini, Irak ternyata akan memanggil nama-nama abroad seperti Zidane Iqbal dan Ali Al-Hamadi yang usianya masih bersyarat. Bahkan tim Singa Mesopotamia muda ini telah mengirimkan surat ke klub.
"Staa pelatih tim Olimpiade (U-23) Irak secara resmi mengeluarkan daftar pendahuluan untuk Piala Asia di Qatar yang mencakup pemain lokal dan timnas senior seperti Zidane Iqbal, Youssef Amyn, Ali Al-Hamadi, dan Montader Madjed," ucap Jabbar Hashim selaku Direktur pelaksana tim Olimpiade dikutip dari Winwin.
"Asosiasi Sepak Bola Irak mengirimkan undangan langsung ke klub-klub yang semuanya kami haap bisa bergabung di kamp internal di Basra Maret mendatang," imbuhnya.
Walau sudah mengirim surat, termasuk ke FC Utrecht yang menaungi Zidane Iqbal, Irak masih belum dapat jawaban. Maka dari itu, daftar pemain belum bisa dipastikan.
"Kami juga menunggu tanggapan dari klub-klub pemain mengenai diturunkannya mereka ke Olimpiade, karena kami belum menerima tanggapan, sehingga pemain yang bergabung belum dapat dikonfirmasi hingga saat ini," lanjutnya.
Menariknya, jika Zidane Iqbal diizinkan membela Irak U-23, ini menjadi kabar baik juga bagi timnas Indonesia U-23.
Baca Juga: Jong Utrecht Makin Terpuruk Setelah Ivar Jenner Main Penuh
Sebab, Garuda Muda juga akan meminta izin agar FC Utrecht melepaskan Ivar Jenner. Kedua pemain ini merupakan satu tim.
Bedanya Zidane Iqbal sudah tampil reguler bersama tim utama FC Utrecht. Sementara Ivar Jenner masih berjuang di klub muda.
Berita Terkait
-
Yakob Sayuri Bawa Timnas Indonesia Setara Malaysia di Piala Asia 2023, Simak Faktanya
-
Deretan Klub Liga 1 yang Kompak Ogah Lepas Pemain ke Timnas Indonesia untuk Piala Asia U-23 2024
-
Ivar Jenner Ziarah ke Makam Noah Gesser, Sosok Penting yang Bikin Dirinya Bela Timnas Indonesia
-
3 Alasan Shin Tae-yong Perlu Panggil Jack Brown ke Timnas Indonesia U-23
-
Sabet Penghargaan Assist Terbaik Piala Asia 2023, Yakob Sayuri: Ilmu Padi!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan