Suara.com - Kompetisi Liga 2 2023/2024 kini telah mencapai babak akhir. Dua tim yang sudah memastikan tiket promosi, PSBS Biak dan Semen Padang kini saling bertemu untuk menentukan kompetisi kasta kedua Liga Indonesia ini.
Beberapa pemain yang menonjol pun rasanya layak dipertimbang pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong (STY) untuk memperkuat timnya di ajang Piala Asia U-23 2024 pada April nanti di Qatar.
Pemain-pemain yang berperan kunci dalam membawa Semen Padang dan PSBS Biak ke final Liga 2 2023/2024 memang menarik perhatian, memberikan kontribusi besar terhadap prestasi kedua tim tersebut.
Partai final yang digelar dua leg tidak hanya menjadi penentu juara di divisi kedua, tetapi juga menjadi panggung bagi para pemain muda yang berambisi menarik perhatian pelatih Timnas Indonesia U-23.
Jika mampu menampilkan konsistensi dan penampilan gemilang di pertandingan puncak, kemungkinan besar Shin Tae-yong akan mengirimkan panggilan untuk mengikuti seleksi skuad Garuda Muda.
1. Diandra Diaz - PSBS Biak
Regulasi penggunaan pemain U-21, yang harus dipatuhi oleh klub-klub yang berpartisipasi di Liga 2 2023/2024, sepertinya menjadi anugerah bagi pemain muda unggulan PSBS Biak, Diandra Diaz.
Gelandang asal Bandung ini justru meraih kesempatan bermain secara reguler bersama skuad Badai Pasifik --julukan PSBS, dengan mencatatkan 11 penampilan dan selalu tampil sebagai starter.
Andra, sapaan akrabnya, memiliki potensi besar, terutama karena pengalamannya bersama Timnas Indonesia U-16.
Baca Juga: Magis Regi Aditya, Bawa PSBS Biak Promosi Liga 1 dalam Waktu Singkat
Musim ini bersama PSBS, gelandang berusia 20 tahun ini telah mencatatkan dua assist.
2. Firman Juliansyah - Semen Padang
Pelatih Semen Padang, Delfi Adri, menunjukkan kepercayaan besar pada pemain muda, Firman Juliansyah, sebagai andalan tim Kabau Sirah musim ini.
Dari awal hingga fase semifinal, Firman telah bermain dalam 18 pertandingan, 16 di antaranya sebagai starter, menjadi pilihan utama di posisi sayap kiri tim.
Hingga saat ini, winger kelahiran 7 Juli 2003 itu telah mencatatkan 1 gol dan 2 assist, termasuk satu assist penting pada leg pertama semifinal melawan Malut United.
3. Genta Alparedo - Semen Padang
Berita Terkait
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
Rekan Setim Bongkar Duduk Perkara Konflik Mees Hilgers vs FC Twente, Dua-duanya Kepala Batu
-
Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Wakil Rakyat Ingatkan Bahaya Naturalisasi Instan
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen