Suara.com - Pengamat sepak bola Tommy Welly atau yang kerap disapa Bung Towel mengatakan bahwa Timnas Indonesia harus bermain ofensif dan menunjukkan karakter permainan yang kuat, saat menghadapi Vietnam dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Towel menjelaskan, setiap pemain harus menunjukkan permainan yang positif dan menyerang, guna memperbesar peluang menciptakan gol.
"Yang diharapkan adalah permainan yang lebih kuat, lebih tajam, karena targetnya 'kan harus menang," kata Towel kepada Antara, Jumat (8/3/2024).
Lebih lanjut, Towel menjelaskan, untuk mewujudkan permainan yang berkarakter, strategi, dan pilihan pemain, dia menilai itu semua adalah urusan Shin Tae-yong (STY) yang merupakan pelatih dari Timnas Indonesia.
Ia menegaskan, setiap pemain yang dipanggil ke timnas merupakan tanggung jawab dari pelatih, sehingga harus dipertanggungjawabkan sepenuhnya alasan melakukan pemanggilan untuk membela Indonesia.
"Jadi misalnya, berdasarkan apa STY memanggil pemain untuk timnas, apakah berdasarkan performa di kompetisi atau bagaimana," ujar Bung Towel.
Ia mengingatkan, dalam dua pertandingan kualifikasi terakhir, Timnas Indonesia sudah kalah 1-5 melawan Irak dan seri 1-1 saat bersua Filipina, sehingga target yang harus dicapai nanti adalah merebut kemenangan guna menjaga peluang untuk bisa lolos ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Menurut dia, selama ini STY sudah diberikan banyak kemudahan untuk menentukan skuad timnas melalui program naturalisasi, sehingga sudah saatnya menunjukkan hasil yang maksimal dalam laga Kualifikasi Piala Dunia.
Jadi, tambah dia, Kualifikasi Piala Dunia ini adalah momentum untuk melihat sejauh apa STY bisa membawa Indonesia, agar dapat tampil dalam kompetisi kasta tertinggi sepak bola itu.
Shin Tae-yong telah mengantongi 28 pemain yang dipersiapkan untuk menjalani pemusatan latihan (TC) menjelang laga melawan Vietnam dalam lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua, pada 21 dan 26 Maret nanti.
"Sama seperti yang sudah kami rencanakan, tanggal 18 Maret berkumpul dan memulai TC," kata asisten pelatih Timnas Indonesia Nova Arianto.
Berita Terkait
-
Panas! Ejekan Justin Hubner ke Timnas Vietnam Berbuntut Panjang
-
Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija
-
Klub Mees Hilgers Punya Masalah Besar, Eks Pelatih MU Dituding Jadi Biang Kerok
-
Tebar Ancaman, Singapura Pakai "Senjata Baru" Saat Hadapi Timnas Indonesia
-
Aksi Bek Vietnam Cium Jimat Kim Sang-sik Usai Gulung Timnas Indonesia 3-0
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan