Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan pentingnya mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia. [Suara.com/Bagaskara]
BACA 10 DETIK
  • Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta percepatan pembahasan RUU Pemilu di Jakarta pada Sabtu (19/9/2026).
  • Surya Paloh menilai aturan tersebut mendesak diselesaikan tahun ini karena sangat strategis bagi demokrasi serta persiapan KPU.
  • Partai NasDem juga menyatakan tetap konsisten mendorong kenaikan ambang batas parlemen menjadi 7 persen dalam RUU Pemilu.

Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menekankan pentingnya percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. Ia meminta pembahasan RUU Pemilu diprioritaskan.

Menurutnya, RUU Pemilu merupakan produk legislasi yang sangat strategis bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Surya Paloh menilai, tidak ada alasan untuk menunda pembahasan aturan tersebut hingga tahun depan, terlebih tahapan persiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mulai berjalan.

"Tapi tahun ini bisa diselesaikan kan jauh lebih baik. Kenapa kita harus tunggu tahun depan misalnya? Sementara undang-undang pemilu ini saya pikir paling strategis sekali untuk menjadi pergumulan kita bersama untuk mencari, ya kan, pilihan-pilihan yang terbaik untuk lebih menyempurnakan lagi undang-undang pemilu yang sudah kita miliki," ujar Surya ditemui di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyatakan partainya tetap konsisten mendorong kenaikan ambang batas parlemen parliamentary threshold menjadi 7 persen dalam pembahasan RUU Pemilu. [Suara.com/Bagaskara]

Ia menepis pandangan bahwa regulasi lain lebih krusial untuk didahulukan. Bagi NasDem, RUU Pemilu harus berada di daftar teratas prioritas pembentukan undang-undang.

"Jadi mana yang kita harus prioritaskan sebenarnya? Saya pikir salah satu produk undang-undang yang harus kita prioritaskan adalah undang-undang pemilu itu, dibandingkan dengan undang-undang macam-macam lagi yang lain," tegasnya.

Terkait adanya dinamika dan perbedaan pandangan antarparpol dalam penyusunan RUU Pemilu, Surya Paloh menganggap hal tersebut sebagai bagian alami dari demokrasi yang harus dihormati bersama.

"Kan kawan-kawan lain, teman-teman bisa bertukar pikiran, bisa ada yang terima, bisa yang tidak terima. Saya kan menghargai sekali ini. Bagaimana kita hanya menghargai pendapat kita? Kalau hanya pendapat kita yang kita hargai, rusak negeri ini," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com