Suara.com - Kelompok suporter timnas Indonesia yang bernama La Grande Indonesia, menciptakan koreografi yang mencolok di tribun utara Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (21/3/2024) malam WIB.
Dalam pertandingan Timnas Indonesia vs Vietnam dalam matchday ketiga Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia itu, La Grande Indonesia menunjukkan koreo yang pada awalnya berbentuk seperti bendera Belanda raksasa.
Namun, setelah ramai diperbincangkan di media sosial, pihak La Grande Indonesia buka suara untuk mengklarifikasi hal tersebut.
Baca juga: Full Senyum! Thom Haye Kasih Bocoran Peluang Debut saat Timnas Indonesia Tandang ke Markas Vietnam
Suara.com telah menghimpun dua fakta menarik tentang koreografi La Grande Indonesia di laga Timnas Indonesia vs Vietnam. Berikut ulasannya!
1. Dikira Menaikan Koreaografi Bendera Belanda
Ketika lagu Indonesia Raya berkumandang, kelompok suporter La Grande Indonesia menaikkan koreografi bertuliskan "Berkibar Tinggi" di tribun utara. Mereka mengibarkan tiga warna bendera merah, putih, dan biru.
Situasi ini menimbulkan kebingungan di antara penonton, beberapa mengira bahwa suporter sedang mengibarkan bendera Belanda.
Respons negatif pun muncul di media sosial, dengan beberapa akun Twitter menyayangkan pilihan pengibaran bendera Belanda oleh suporter timnas Indonesia saat pertandingan.
Baca Juga: Momen Jay Idzes Gendong Witan Sulaeman usai Timnas Indonesia Kalahkan Vietnam
2. Keterbatasan Warna Biru Jadi Alasannya
Pada Jumat (22/5/2024), La Grande Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi.
Mereka berencana untuk menyajikan koreografi yang menggambarkan bendera Indonesia berkibar tinggi di langit.
Namun, karena keterbatasan ketersediaan kertas biru yang tidak cukup menyerupai langit, serta minimnya penonton yang hadir pada saat itu, desain yang menggambarkan bendera berkibar tinggi tersebut kurang dapat terlihat dengan jelas.
"Koreo yang kami lakukan semalam bercerita tentang bendera merah-putih yang berkibar tinggi di atas langit biru, melambangkan ambisi tertinggi dalam 'Piala Dunia'," ungkapnya.
"Kami ingin para pemain tetap semangat mengibarkan bendera merah putih di setiap pertandingan yang mereka jalani, bermain dengan semangat dan keteguhan hati."
"Jika ada yang menafsirkan koreo semalam sebagai bendera negara lain, mungkin mereka telah terperangkap dalam paradigma tertentu. Itu sangat disayangkan, namun kami menerima permohonan maaf dari mereka."
"Perlu diakui, keterbatasan ketersediaan warna kertas dan kurangnya kehadiran penonton di tribun, serta beberapa faktor lainnya, membuat koreo semalam tidak mencapai hasil yang optimal," tambahnya.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Jangan Terbuai Kemenangan di SUGBK, Tugas Berat di Vietnam Sudah Menanti
-
Philippe Troussier Bersikap Ramah usai Vietnam Dihajar Timnas Indonesia, Netizen Bandingkan dengan Park Hang-seo
-
Momen Justin Hubner Labrak Pemain Vietnam, Lawan Auto Diam Tak Berani Tatap Balik
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Erick Thohir Buka Suara! FIFA Belum Beri Kepastian Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kecewa Pratama Arhan Pilih Persija, Perjanjian Tertulis dengan PSIS Semarang Diungkit
-
Profil Patryk Klimala Bomber Haus Gol Asal Polandia yang Ogah Gabung Persib
-
Duel Prancis vs Maroko Bawa Nuansa Pasca-Kolonial di Piala Dunia 2026
-
Inggris vs Norwegia: Morgan Rogers Desak Skuad Tiga Singa Putus Suplai Bola ke Erling Haaland
-
Rp1,3 Triliun untuk Operasional, Berapa Gaji Presiden FIFA Gianni Infantino?
-
Prancis vs Maroko: Pasukan Singa Atlas Siap Permalukan Tanah Kelahiran
-
Rahasia Belakang Layar Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Ada Ritual Wajib Pemain
-
Mesin Belgia Mulai Panas, Courtois Yakin Setan Merah Pulangkan Spanyol
-
STY Punya Misi Lebih Besar dari Sekedar Bawa Persija Juara Piala Presiden 2026