Suara.com - Pep Guardiola, pelatih Manchester City, optimis meskipun timnya baru-baru ini merebut posisi puncak klasemen Liga Inggris dengan 73 poin dari 32 pertandingan. Kemenangan gemilang 5-1 melawan Luton Town di Stadion Etihad telah memperkuat posisi mereka, sementara Liverpool dan Arsenal, pesaing utama, mengalami kekalahan di pertandingan terakhir.
Dengan hasil ini, City kini berada di posisi terdepan, tetapi Guardiola tetap berhati-hati. Meskipun timnya dalam performa yang kuat, ia menyadari bahwa persaingan masih sangat ketat dengan enam pertandingan tersisa. Guardiola menekankan bahwa tidak ada yang pasti dalam sepak bola, dan segalanya masih bisa berubah dalam perburuan gelar.
Liverpool kalah 0-1 dari Crystal Palace, sedangkan Arsenal takluk 0-2 dari Aston Villa. Kedua kekalahan ini memberikan keuntungan bagi City, tetapi Guardiola menegaskan bahwa mereka harus tetap fokus dan tidak meremehkan lawan. Konsistensi dan dedikasi tetap menjadi kunci bagi City untuk mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen.
“Ketika saya tertinggal dua poin dari Arsenal dan Liverpool, saya katakan kami harus melakukan tugas kami, ini belum berakhir. Sekarang kami berdua unggul, ini belum berakhir," kata Pep, dilansir dari laman resmi klub, Rabu.
Pelatih asal Spanyol itu mengatakan saat ini ia fokus menatap satu per satu pertandingan daripada memikirkan juara lebih dini.
“Ini adalah pertandingan satu demi satu," tambahnya.
Laga terdekat City adalah melawan pemilik gelar terbanyak Liga Champions (UCL) dengan 14 gelar, Real Madrid pada leg kedua perempat final UCL di Stadion Etihad, Kamis (18/4) pukul 02.00 WIB.
Untuk melaju ke semifinal UCL empat kali berturut-turut, pelatih 53 tahun itu mengatakan bahwa The Citizens harus dalam kondisi terbaik untuk mengalahkan Madrid.
“Kita harus menjadi diri kita sendiri. Selalu dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melakukannya, dan saya merasa kami siap untuk tampil baik. Jika tidak, Anda tidak akan mengalahkan tim seperti Real Madrid," katanya.
Baca Juga: Dihantam Aston Villa, Mikel Arteta: Performa Naik-Turun Itu Biasa
“Jika kami kalah, kami kalah. Kami berjabat tangan, Real Madrid pantas mendapatkannya. Saya ingin kami bermain dan pantas berada di semifinal," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
FIFA Jawab Isu Keamanan Piala Dunia 2026 Meksiko Pasca Tewasnya Gembong Kartel El Mencho
-
Tomas Trucha Bongkar Penyebab PSM Makassar Sulit Menang Meski Kuasai Kotak Penalti Persebaya
-
Akurasi Persebaya Surabaya Buruk Meski Menang, Bernardo Tavares Soroti 20 Tembakan Tanpa Hasil
-
Tersingkir oleh Maarten Paes, Kiper Muda Ajax Kirim Sinyal Perang Rebut Posisi Utama
-
Andritany Geleng-geleng Persija Bisa Menang Lawan MU di Ternate
-
Kronologis Bintang PSG Achraf Hakimi Diseret ke Pengadilan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Banding Ditolak UEFA, Gianluca Prestianni Absen Lawan Real Madrid di Liga Champions
-
Bawa Bodo/Glimt Kalahkan Inter, Gaji Jens Petter Hauge di Bawah Rata-rata Gaji Pemain Liga 1
-
Ada Sosok Pilot Pesawat Tempur di Balik Kengerian Bodo/Glimt di Liga Champions
-
Tak Seperti Oknum Suporter di Indonesia, Begini Cara Ekstrem Ultras Klub Italia Kalau Marah