Suara.com - Media asing turut menyoroti keputusan Manchester City memboyong talenta muda keturunan Indonesia, Gabriel Han Willhoft-King. Sang pemain mendapat sanjungan tinggi dan dianggap akan cepat menembus tim utama The Citizens.
Han Willhoft-King diboyong Manchester City secara gratis setelah tak memperpanjang kontraknya bersama Tottenham Hotspur. Pemain 18 tahun itu diikat kontrak berdurasi dua tahun.
Bersama Tottenham Hotspur U-18, pemain berposisi gelandang bertahan itu menunjukkan penampilan menawan. Musim lalu, dia tercatat tampil 35 kali dengan koleksi empat gol menyitat Transfermarkt.
Menurut The Hard Tackle, Han Willhoft-King memiliki atribut untuk menembus tim utama Manchester City kendati saat ini akan diproyeksikan lebih dulu di tim U-18.
"King bergabung dengan klub London Utara ketika dia baru berusia enam tahun. Meskipun ia mungkin tidak berhasil masuk ke tim utama mereka, pemain berusia 18 tahun ini menunjukkan potensi besar saat bermain untuk tim U-18," tulis The Hard Tackle dikutip Suara.com pada Selasa (9/7/2024).
"Meskipun ia lebih suka bermain sebagai gelandang bertahan, King cukup mampu untuk bermain dalam peran yang lebih menyerang ketika dibutuhkan."
"Ia memiliki potensi yang sangat besar dan diharapkan memiliki masa depan yang cerah."
Keputusan Han Willhoft-King memperkuat Manchester City bisa menguntungkan Timnas Indonesia. Sang pemain diketahui punya darah Indonesia dari sang ayah yang berasal dari Jakarta.
Meski demikian, sejauh ini King belum menunjukkan ketertarikan membela skuad Garuda. Meski masih berusia di bawah 21 tahun, sang pemain harus menjalani naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Baca Juga: Tebar Kode, Ini Bukti Mauro Zijlstra Ngebet Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia
Pasalnya, kedua orang tua Han Willhoft-King itu tidak memiliki paspor Indonesia. Merujuk Transfermarkt pun, King saat ini berpaspor Inggris.
Berita Terkait
-
Profil FC Emmen, Klub Anyar Pemain Keturunan Indonesia Tim Geypens
-
Ada Lini Pertahanan Mengerikan, 3 Pemain Keturunan Bisa Jadi Incaran PSSI untuk Timnas Indonesia
-
Han Wilhoft-King, Gelandang Keturunan Indonesia Buka Suara Usai Digaet Manchester City: Saya Ingin...
-
Pemain Keturunan yang Pernah Jumpa Pelatih MU Segera Gabung Timnas Indonesia?
-
Marselino Ferdinan Welcome dengan Kedatangan Ole Romeny, Lini Depan Timnas Indonesia Bisa Makin Ngeri
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial
-
Jonathan Tah Makin Yakin Jerman Juara Piala Dunia 2026 Usai Lolos 32 Besar
-
Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks
-
John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia
-
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
-
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026, Blue Wave Redam 28 Tembakan
-
Piala Dunia 2026: Kata-kata Brian Brobbey, Bantu Tambah Penderitaan Swedia
-
Piala Dunia 2026: Kisah Deniz Undav, dari Operator Mesin Laser Jadi Supersub Jerman