Suara.com - Mengenal lebih jauh tentang Gothia Cup, turnamen antar pemain muda yang baru saja dimenangkan oleh penggawa Timnas Indonesia U-16, Lucas Lee.
Nama Lucas Lee tengah menjadi perbincangan usai membawa timnya, NorCal PDP, menjuarai ajang Gothia Cup 2024 di Gothenburg, Swedia.
Pemain berusia 16 tahun itu berhasil menjuarai Gothia Cup U-16 usai membawa NorCal PDP mengalahkan Stjarnen 1 lewat drama adu penalti dengan skor 7-6.
Keberhasilan menjuarai Gothia Cup U-16 2024 ini terasa manis bagi Lucas Lee. Pasalnya, ia menyandang ban kapten NorCal PDP di final tersebut.
Tak ayal, banyak yang meyakini bahwa Lucas Lee akan mendapat sorotan dari banyak tim Scouting dari berbagai penjuru dunia yang hadir pada turnamen tersebut.
Banyaknya tim Scouting yang hadir di turnamen itu bukanlah sebuah kebetulan. Pasalnya, Gothia Cup dikenal sebagai salah satu turnamen antar pemain muda paling bergengsi di dunia.
Karenanya, menarik untuk mengupas lebih jauh soal Gothia Cup. Seperti apa turnamen yang dianggap sebagai salah satu kompetisi terbaik untuk pemain muda dari seluruh dunia itu?
Kompetisi Para Legenda Sepak Bola
Gothia Cup merupakan turnamen sepak bola internasional terbesar di dunia. Dikutip dari laman resminya, setiap tahun ajang ini bisa diikuti 1900 tim dari 74 negara.
Baca Juga: Jadi Kapten Tim, Bek Kiri Timnas Indonesia U-16 Andalan Nova Arianto Raih Juara di Australia
Turnamen ini sendiri berdiri pada tahun 1975 di Gothenburg, Swedia, dan dirikan oleh klub BK Hacken dan GAIS bersama dengan media lokal setempat.
Setiap tahunnya, ajang ini digelar di Swedia dan diikuti oleh berbagai klub dari seluruh penjuru dunia yang diikuti oleh para pemain dari rentang usia 11-18 tahun.
Karena berstatus turnamen internasional, Gothia Cup pun menjadi salah satu destinasi bagi wisatawan asing yang memberi dampak besar bagi perekonomian Swedia, terutama Gothenburg.
Tak hanya digelar di Swedia, Gothia Cup juga pernah mencoba melebarkan sayapnya dengan menggelar turnamen serupa di China.
Turnamen pertama dihelat di China pada 2016 lalu dan bergulir hingga edisi keempat pada tahun 2019. Hingga akhirnya, turnamen sempat dihentikan akibat pandemi Covid-19.
Dalam sejarahnya, Gothia Cup kerap melahirkan pesepak bola hebat yang kini menjadi legenda, seperti halnya turnamen Toulon atau turnamen Maurice Revello.
Berita Terkait
-
Jadi Kapten Tim, Bek Kiri Timnas Indonesia U-16 Andalan Nova Arianto Raih Juara di Australia
-
Jadi Kapten, Anak Asuh Nova Arianto di Timnas Indonesia U-16 Juarai Gothia Cup 2024
-
Biodata Ferran Alinegara, Mungkinkah Bergabung Timnas Indonesia?
-
Berbakat tapi Belum Matang, Bung Towel Sebut Timnas Indonesia U-16 Butuh Ini
-
Timnas Indonesia Diminta Ubah Pola Pikir Demi Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-17 2025
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing