Suara.com - Sejumlah spanduk soal tragedi Kanjuruhan muncul jelang laga semifinal Piala Presiden 2024 antara Persis Solo melawan Arema FC di Stadion Manahan Solo, Rabu (31/7/2024) malam.
Spanduk tersebut dipasang di sejumlah titik di Jalan Adi Sucipto, seperti di depan Kantor Balai Desa Blulukan, pertigaan Hotel Alana hingga perempatan Jajar.
Spanduk tersebut dipasang dengan berbagai bertuliskan, seperti 'Jangan lupakan 135 jiwa', 'Nyawa lebih berharga daripada Arema', 'Jangan pura-pura lupa tragedi Kanjuruhan 135', dan 'Rawe-rawe rantas, Malang-malang Jancok'.
Presiden Pasoepati Agoes Warsoep pun mengomentari adanya spanduk terkait tragedi Kanjuruhan. Agoes mengatakan tidak tahu siapa yang memasang spanduk tersebut.
"Spanduk apa ya?, saya tidak tahu. Yang pasti itu yang pasang siapa, kita tidak tahu. Saya saja baru tahu," kata dia kepada Suara.com, Rabu (31/7/2024).
Menurutnya munculnya spanduk itu mungkin sebagai bentuk support buat teman-teman Aremania terutama para korban. Itu wajar-wajar saja dan tidak masalah.
"Bahkan suporter se Indonesia tidak hanya di Solo yang support buat teman-teman seperti Arema terutama korban dan keluarga," ungkap dia.
Agus membantah munculnya spanduk itu bukan sebagai bentuk provokasi, apalagi jelang pertandingan Persis melawan Arema.
Sebenarnya itu hanya menyanyangkan harapan para suporter tidak terwujud atau terpenuhi.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan dan Batalnya Launching Tim Arema FC, Patut Diapresiasi?
"Sama sekali bukan. Sebenarnya sangat menyanyangkan harapan kita itu tim Arema lebih care (peduli) ke keluarga korban," katanya.
Agus mengatakan selama ini kesannya dari dulu itu tim Arema masih santai-santai saja. Harusnya pihak Arema itu yang aktif untuk lebih peduli dengan para korban maupun keluarga.
"Kami melihat kenapa Arema masih santai-santai dan main-main saja. Harusnya itu bisa lebih aktif," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung