Suara.com - Pelatih Shin Tae-yong telah mengumumkan skuad Timnas Indonesia untuk dua laga awal putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sebagian besar pemain yang dipanggil adalah nama-nama langganan, dengan sedikit pemain baru.
Namun, empat pemain kunci, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Thom Haye minim waktu bermain di klub masing-masing.
Arhan dan Marselino sudah lama jadi andalan Shin, sementara Oratmangoen dan Haye baru-baru ini bergabung sebagai WNI.
Alasannya Berbeda-beda
Pratama Arhan kesulitan mendapatkan menit bermain sejak meninggalkan PSIS Semarang, terasing di Tokyo Verdy dan kini di Suwon FC.
Marselino Ferdinan dan Ragnar Oratmangoen baru saja bergabung dengan klub baru di bursa transfer musim panas 2024.
Sementara Thom Haye belum menemukan klub baru, meski dikabarkan semakin dekat dengan Oxford United.
Shin Tae-yong menjelaskan keputusannya memanggil Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, Ragnar Oratmangoen, dan Thom Haye ke Timnas Indonesia, meski sedikit khawatir dengan kondisi mereka.
Baca Juga: Sempat Dukung Timnas Indonesia, Media Vietnam Kini Balik Arah Puji Thailand
Shin mengakui bahwa opsi pemain berkualitas untuk timnas saat ini terbatas, sehingga keempat pemain tersebut tetap dipanggil.
"Situasinya memang mau tidak mau seperti itu," ujarnya.
Timnas Indonesia, sang Garuda, berhasil mengamankan tiket ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Keberhasilan ini membawa Indonesia ke Grup C, sebuah grup yang dihuni oleh para raksasa Asia.
Di Grup C, skuad asuhan Shin Tae-yong akan berhadapan dengan lawan-lawan tangguh seperti Jepang, Australia, Arab Saudi, Bahrain, dan China.
Tantangan berat sudah menanti, terlebih mengingat Jepang, Arab Saudi, dan Australia adalah langganan Piala Dunia.
Sepuluh pertandingan sengit akan dijalani oleh Indonesia dalam babak kualifikasi ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey